Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Sebar Kebaikan

Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Sebar Kebaikan
Budiman Sudjatmiko (tengah) menjadi salah satu pemateri dalam One Day Kebudiluhuran (ODK) yang diselenggarakan Pusat Studi Budi Luhur (PSBL), di Kampus Universitas Budi Luhur, Jakarta, Jumat (13/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 13 Desember 2019 | 23:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Studi Budi Luhur (PSBL) yang menjadi bagian dari Universitas Budi Luhur menyelenggarakan acara One Day Kebudiluhuran (ODK), di Grha Mardika Bujana, Auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Kegiatan ini, merupakan bagian dari tugas perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam upaya sosialisasi deradikalisasi dan mencegah radikalisme.

Kepala Pusat Studi Budi Luhur, Dr Yusran, mengatakan, acara ODK tahun ini mengambil tema Gen Z: Manfaatkan Teknologi Sebar Kebaikan Menuju Budi Luhur Peduli'.

"Tema tersebut diambil karena dengan adanya perkembangan pesat teknologi saat ini bisa dijadikan sebagai medium untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai kebudiluhuran secara lebih luas," kata Yusran.

Yusran menambahkan, saat ini sudah terdapat banyak aplikasi digital dan online platform yang dapat menjadi sarana untuk beramal dan menebar kebaikan.

"Sehingga, bisa memperbanyak manfaat positif dari adanya perkembangan teknologi dan kemajuan digital tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko, ikut tampil sebagai salah satu pembicara di acara sosialisasi deradikalisasi di kampus Universitas Budi Luhur.

"Sekarang ini, kita dihadapkan dengan era disruptif. Kita harus mendorong masyarakat yang destruktif menuju tahap transformatif, agar masyarakat Indonesia lebih adaptif terhadap perubahan," ujar Budiman.

Budiman menyebutkan, saat ini manusia tidak saja dituntut untuk menjawab persoalan yang dihadapi dengan teknologi. Lebih jauh, manusia dituntut untuk mampu mengaktifkan imajiasi, rasa sayang, cinta kasih, dalam memprediksi masalah di masa yang akan datang.

"Dengan imajinasinya, manusia tidak saja dituntut untuk menjawab persoalan hari ini namun mampu melihat masalah di masa datang," sebut Budiman.



Sumber: BeritaSatu.com