PPATK Diminta Ungkap Kepala Daerah Pemilik Rekening di Kasino

PPATK Diminta Ungkap Kepala Daerah Pemilik Rekening di Kasino
Kiagus Ahmad Badaruddin. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / YUD Sabtu, 14 Desember 2019 | 12:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai, informasi adanya oknum kepala daerah yang memiliki rekening di tempat perjudian (kasino) di luar negeri harus segera diungkap ke publik. Langkah demikian dilakukan untuk dijadikan pembelajaran bagi kepala daerah lainnya.

"Harus dibuka biar publik tahu siapa aktornya. Ini penting untuk dijadikan pembelajaran bagi kepala daerah lainnya," kata Adi Prayitno, Sabtu (14/12/2019) di Jakarta.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah. PPATK mengendus sejumlah kepala daerah itu menyimpan uang di rekening kasino yang berada di luar negeri yang jumlahnya mencapai Rp50 miliar.

Dikatakan Adi, temuan tersebut juga harus dapat diusut tuntas oleh PPATK dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kepolisian. Mengingat, uang sebesar itu diduga adalah hasil pencucian uang hasil korupsi.

"Harus segera diusut sampai tuntas. PPATK harus bekerja sama dengan KPK dan Polisi untuk mengungkap persoalan ini hingga tuntas. Ini problem serius soalnya," ujar Adi Prayitno.

Sebelumnya, Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin menyebutkan, penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, Badaruddin tidak menjelaskan lebih rinci mengenai penelusuran yang dilakukan PPATK tersebut, termasuk kepala daerah yang menempatkan uangnya di rekening kasino di luar negeri.



Sumber: Suara Pembaruan