Wapres Dijadwalkan Buka Munas PMI

Wapres Dijadwalkan Buka Munas PMI
Sejumlah pengurus pusat dan daerah PMI dalam acara Musyawarah Nasional Palang Merah Indonesia (PMI) bertema "Optimalisasi Fungsi Organisasi" di Jakarta, Senin (16/2). (Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao)
Dina Manafe / FER Sabtu, 14 Desember 2019 | 23:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menggelar musyawarah nasional (Munas) ke-21 tahun 2019. Munas yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, rencananya akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, Senin (16/12/2019). Dalam acara munas, PMI akan membahas program bantuan kemanusiaan untuk lima tahun mendatang.

Kepala Divisi Organisasi PMI, Januar Rahman Lubis, mengatakan, munas yang akan dihadiri lebih dari 800 peserta ini akan membahas rencana strategis dalam hal kepalangmerahan di Indonesia untuk 2019-2024 mendatang. Termasuk membahas kegiatan kemanusiaan, seperti kebencanaan, kesehatan dan ketersediaan kantong darah untuk kebutuhan nasional.

"Selain rencana stategis, kami juga membahas soal capaian PMI selama lima tahun terakhir, soal penyempurnaan anggaran, dan agenda utamanya adalah penetapan ketua umum PMI untuk periode 2019-2024," kata Januar, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Dalam munas ini, lanjut Januar, PMI juga akan melaporkan capaian kerja lima tahun terakhir. Salah satu capaian itu adalah diterbitkannya Undang-undang (UU) Nomor 1/2018 tentang Kepalangmerahan. Dengan UU ini, kapasitas PMI untuk melaksanakan kegiatan bantuan kemanusiaan semakin diperkuat.

Sebelumnya, PMI bekerja di bawah Keputusan Presiden. Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban periode kedua kepengurusan PMI tahun 2014-2019.

Ketua Penyelenggara Munas ke-21 PMI, Sasongko Tedjo, mengatakan, peserta munas berasal dari unsur pengurus PMI di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Selain itu, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Komite Internasional Palang Merah juga direncanakan mengikuti Munas kali ini.

Mengangkat tema 'Kerja Bersama untuk Kemanusiaan', lanjut Sasongko, PMI bekerja sama dengan pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk melakukan tugas-tugas kemanusiaan tanpa pandang perbedaan agama, keyakinan, suku, dan keluarga atau daerah.

"Tema ini mengedepankan PMI bekerjasama dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat sesuai mandat utama PMI, yaitu auxilary to the government atau membantu pemerintah dalam kerja kemanusiaan,” kata Sasongko Tedjo.



Sumber: Suara Pembaruan