Bupati Wakatobi: Minimnya Akses Penerbangan Bagi Wisatawan

Bupati Wakatobi: Minimnya Akses Penerbangan Bagi Wisatawan
Bupati Wakatobi Arhawi menjelaskan minimnya akses penerbangan untuk wisatawan di rumah dinasnya di Wangi-Wangi, Sabtu 14 Desember 2019. ( Foto: istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 15 Desember 2019 | 19:02 WIB

WAKATOBI, Beritasatu.com - Walaupun ditetapkan sebagai salah satu dari 10 tujuan wisata pariwisata prioritas, penerbangan dengan tujuan Wakatobi masih sedikit.

Dikenal dengan keindahan bawah lautnya, Wakatobi ini terdiri dari gugusan kepulauan ini dengan empat pulau utama yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Namun, potensi pariwisata ini terhalang oleh minimnya akses bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

"Penerbangan langsung baik dari Bali maupun Jakarta via Kendari masih kurang. Untuk ke Wakatobi, hanya dilayani oleh maskapai Wings Air. Itu masih kurang," ujar Bupati Wakatobi Arhawi ketika ditemui di rumah dinasnya di Wangi-Wangi, Sabtu (14/12/2019).

Wakatobi

Wakatobi. (Beritasatu.com/Chairul Fikri)

Sebagai kepala daerah, ia berharap para pemangku kepentingan dalam negeri dapat melakukan intervensi untuk meningkatkan jumlah maskapai.

"Apalagi Wakatobi ini sudah jadi prioritas wisata nasional, mestinya pemerintah memberikan dukungan. Bagaimana caranya saya serahkan kepada pemerintah pusat untuk mengambil langkah strategis untuk mendukung daerah tujuan wisata ini," ujarnya.

Adapun pintu masuk utama wisatawan ke Wakatobi diharapkan dari Bali dan Jakarta. Arhawi pun menambahkan tidak menutup kemungkinan apabila dari kota lainnya dapat dilakukan penerbangan langsung ke bandara Matoari di Wangi-Wangi yakni pintu masuk utama lewat udara ke Wakatobi.

 

Penerbangan maskapai pelat merah Garuda Indonesia tujuan ke Wakatobi sebelumnya tersedia. Namun, Erhawi menjelaskan, karena dianggap tidak menguntungkan secara bisnis, rute ini ditutup.

"Kami pernah bernegosiasi dengan pihak Garuda agar mereka bisa masuk lagi. Namun, tidak tercapai titik temu. Soalnya, pemda harus memberikan subsidi penerbangan. Itu tidak mungkin kita lakukan. Tidak ada anggarannya," ujar Arhawi.



Sumber: PR