Jokowi: Mafia Migas, Kamu Hati-hati Ya

Jokowi: Mafia Migas, Kamu Hati-hati Ya
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Novy Lumanauw / AB Senin, 16 Desember 2019 | 12:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku terus mengikuti berbagai sepak terjang yang dilakukan mafia minyak dan gas (migas) yang selama ini mengendalikan jalur impor dan harga migas di Tanah Air.

“Bukan saya cari, tetapi sudah ketemu. Sudah mengerti saya. Hanya perlu saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati ya. Saya ikuti kamu,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 diikuti jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, para gubernur, bupati, dan wali kota se Indonesia.

Presiden Jokowi mengungkapkan peningkatan produksi migas sulit dilakukan karena ada mafia yang mengendalikannya.

Saat ini Indonesia mengimpor sekitar 700.000 sampai 800.000 barel minyak per hari. Tingginya volume impor selain menyebabkan defisit neraca perdagangan, juga neraca transaksi berjalan.

“Jangan mikir per tahun, aik itu minyak, baik itu gas, dan juga ada turunan petrokimia, sehingga membebani dan menyebabkan defisit. Di situ itu bertahun-tahun tidak diselesaikan,” katanya.

Padahal, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa, seperti batu bara. Batu bara bisa dikonversi menjadi gas, sehingga tidak perlu mengimpor elpiji.

“Elpiji bisa dibuat dari batu bara, yang kita sangat melimpah. Nah, ini yang senang impor ya. Jangan menghalangi orang yang ingin membuat batu bara menjadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas. Kalau ini bisa dibikin ya sudah, tidak ada impor gas. Lalu saya kerja apa Pak? Urusanmu. Kamu sudah lama menikmati ini. Impor minyak sama,” kata Jokowi.



Sumber: Investor Daily