Menparekraf Dukung Pemberian Bantuan ke Pelaku Ekonomi Kreatif

Menparekraf Dukung Pemberian Bantuan ke Pelaku Ekonomi Kreatif
Menparekraf Wishnutama. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / CAH Selasa, 17 Desember 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memberikan bantuan kepada 44 pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Indonesia yang tersaring melalui seleksi administrasi, seleksi teknis dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim penilai Bekraf. Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif, Wishnutama mengatakan ekraf di luar kota besar bisa berkembang lebih pesat jika bisa dimonotaise.

"Kita memanfaatkan kehadiran pariwisata melalui turis untuk bisa digunakan secara positif oleh pelaku ekraf. Melalui bantuan dari Bekraf ini diharapkan akan bisa meningkatkan manfaat bagi kreativitas masyarakat dan menambah perekonomian bagi para pelaku ekonomi kreatif yang nantinya akan bisa meningkatkan pariwisata di Indonesia," ungkap Wishnutama saat menghadiri penyerahan simbolis pemberian Bantuan Pemerintah Bekraf kepada perwakilan penerima Bantuan Pemerintah di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Senada dengan Wishnutama, Deputi infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyatakan program Banper yang diberikan pemerintah melalui Bekraf ini diharapkan akan bisa mengembangkan kreativitas masyarakat lewat program revitalisasi yang dibutuhkan para pelaku ekraf dalam menghasilkan karya mulai dari musik, fashion, kuliner hingga pertunjukkan untuk bisa menghasilkan lebih cepat dan ini dihibahkan kepada para pelaku.

"Bantuan ini nantinya akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lewat karya dan nilai kreativitasnya. Para penerima program ini pastinya akan mendapat pendampingan dan juga pengawasan dari pemerintah agar apa yang diberikan bisa kena disasaran," tandasnya.

Untuk tahun 2019 ini, akan ada 25 ruang kreatif yang akan direvetalilasi dari program Banper ini. Selain itu akan ada 2.364 unit sarana dan 479 unit sarana tekhnologi, informasi dan komunikasi yang total anggaran kurang lebih Rp 48 miliar. Sejak tahun 2017 lalu, tercatat sudah ada 59 ruang kreatif yang direvetalisasi, 9.490 unit sarana dan 1.713 teknologi informasi dan komunikasi yang diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari mulai kota Sabang sampai ujung timur Papua yakni Kabupaten Asmat.



Sumber: BeritaSatu.com