Jika Sukses Berbisnis, Mahasiswa Bisa Dapat Kredit SKS dari Kampus

Jika Sukses Berbisnis, Mahasiswa Bisa Dapat Kredit SKS dari Kampus
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ainun Na'im. ( Foto: Suara Pembaruan/Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / IDS Selasa, 17 Desember 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ainun Na'im menuturkan, arah pendidikan yang dikembangkan ke depannya akan lebih fokus kepada pendidikan vokasi. Kemdikbud akan melakukan perubahan pada program studi (prodi) bidang vokasi agar lulusannya betul-betul mempunyai kualifikasi untuk bekerja di industri atau berkontribusi kepada masyarakat.

Ainun mencontohkan, mahasiswa pada suatu prodi atau fakultas bisa mengambil mata kuliah yang dipandang relevan di fakultas atau perguruan tinggi lain. Selain itu, mahasiswa yang memiliki kemampuan berwirausaha akan mendapatkan kredit.

“Dengan teknologi baru yang dia ketahui di universitas atau lembaga lain, dia kembangkan usaha hingga berhasil memperkerjakan sekian orang. Itu bisa kita beri kredit. Kita beri bagian dari SKS (satuan kredit semester, red) dalam memenuhi kurikulumnya,” ujar Ainun saat diwawancarai seusai dilantik oleh Mendikbud Nadiem Makarim di Kemdikbud Jakarta, Senin (16/12/2019) petang.

Fokus pemerintah kepada pendidikan vokasi ini dibuktikan dengan adanya Direktorat Vokasi untuk pemerintahan lima tahun mendatang. Dengan penyatuan kembali pendidikan tinggi dan pendidikan dasar dan menengah dalam satu Kementerian, maka pemerintah akan melakukan peningkatan kompetensi siswa dan mahasiswa agar lebih fleksibel dan cepat merepons perubahan-perubahan yang terjadi.

“Prodi vokasi akan lebih terintegrasi. Kita akan melihat dari SMK kemudian juga program-program diploma 1 sampai 4. Kemudian di sisi lain, kita pererat keterkaitan antara dunia akademik atau pendidikan tinggi dan industri, sehingga mahasiswa bisa praktik dan mendapatkan materi-materi yang relevan dengan industri yang ada sekarang,” katanya.

Selanjutnya, dari sisi dosen, Ainun menuturkan, penelitian yang dilakukan dosen harus dapat berinteraksi antardisiplin, Pasalnya, dengan interaksi antardisiplin ini akan muncul inovasi-inovasi baru.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Kemdikbud akan melanjutkan dan meningkatkan beberapa program yang telah dijalankan saat ini seperti pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.



Sumber: Suara Pembaruan