Kejar Target Beasiswa DTS, Kemkominfo Gandeng 89 Perguruan Tinggi

Kejar Target Beasiswa DTS, Kemkominfo Gandeng 89 Perguruan Tinggi
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Alexander Madji / AMA Selasa, 17 Desember 2019 | 23:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan, jumlah peserta beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) pada 2020 mencapai 50.000 orang.

Untuk itu, sebagaimana tertulis dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com Selasa (17/12/2019), pemerintah menggandeng 89 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk terlibat aktif sebagai penyelenggara menyiapkan talenta digital yang kompeten di era industri 4.0.

“Sambutan publik begitu luar biasa, salah satunya ditunjukkan dengan jumlah pendaftar sebanyak lebih dari 46.000 orang,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Fresh Graduate Academy (FGA) dan Vocational School Graduate Academy (VSGA) Digital Talent Scholarship (DTS) Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Politisi Partai Nasdem itu lebih jauh menjelaskan, untuk mencapai target tersebut maka empat akademi akan dipertahankan, ditambah dengan Thematic Academy dan Regional Development Academy.

Dua akademi terakhir merupakan upaya memberikan perhatian lebih besar pada kaum difabel, masyarakat di daerah terdepan, terpencl dan teringgal (3T), maupun masyarakat di berbagai kawasan prioritas pembangunan. Ini wujud komitmen pemerintah untuk mengejar ketertinggalan ketersediaan talenta digital di Indonesia.

“Ini komitmen saya dan Kementerian Kominfo untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang talenta digital. Tidak berhenti sampai di situ. Bahkan saya berkomitmen untuk lebih progresif di tahun-tahun yang akan datang akan melipat-gandakan jumlah penerima beasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, program ini bukanlah sesuatu yang biasa. Pasalnya, program tersebut juga mendapatkan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Riset dan Teknologi.

“Program ini menunjukkan dengan jelas bahwa kolaborasi adalah sebuah kunci. Selama satu tahun terakhir, dua kementerian itu membantu Kominfo untuk mencari berbagai terobosan pengembangan DTS. Saya rasa, saat ini sudah bukan jamannya ego-sektoral, dan kita telah membuktikannya,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan