Terduga Teroris yang Ditangkap di Jayapura Punya Hubungan dengan Jafar Umar Talib

Terduga Teroris yang Ditangkap di Jayapura Punya Hubungan dengan Jafar Umar Talib
Ilustrasi terduga teroris. ( Foto: Antara )
Robert Isidorus / JEM Rabu, 18 Desember 2019 | 08:08 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Kurang lebih sepekan menjalani pemeriksaan di markas Brimob Polda Papua, tujuh tersangka terduga teroris jaringan Medan dan Lampung yang ditangkap di Sentani, Kabupaten Jayapura, akhirnya dikirim ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Ketujuh orang terduga teroris yang ditangkap sudah diterbangkan ke Jakarta sejak Selasa sore, dan laporan yang kami terima bahwa mereka sudah tiba di jakarta dengan baik,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Selasa (17/12/2019).

Kapolda Papua menyebutkan, ketujuh terduga teroris itu merupakan kelompok teroris yang lari dari Medan dan Lampung dan berada di Jayapura, Papua untuk berlatih.

“Mereka ini adalah kelompok yang lari dari Medan dan Lampung. Mereka di sini untuk melakukan latihan sebelum kembali beraksi di tempat lain,” terang Kapolda.

Bahkan, kata Kapolda, ketujuh terduga teroris ini memilki hubungan dengan kelompok Jafar Umar Talib (JUT) yang berada di Kabupaten Keerom, Papua.

“Dari mereka ini ada yang memiliki hubungan dengan kelompok Jafar Umar Talib, sehingga ini yang kita waspadai jangan sampai ada yang melindungi mereka,” ujarnya.

Kapolda Papua menegaskan bahwa penangkapan terhadap ketujuh terduga teroris tersebut sudah sesuai dengan aturan. “Prinsipnya penangkapan terhadap ketujuh terduga teroris ini sudah sesuai dengan prosedur, mereka ditangkap karena ada bukti-bukti kuat yang ditemukan oleh kepolisian. Jadi kita tidak sembarang menangkap orang,” tegasnya.

Kapolda mengimbau masyarakat daerah ini agar selalu waspada jika melihat gerak gerik orang yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya segera melaporkan ke petugas.

“Kalau ada orang baru yang datang dan tinggal di kompleks dengan gerak-gerik mencurigakan, jarang berkomunikasi dengan tetangga, menutup diri dan lain sebagainya maka segera dilaporkan ke aparat kepolisian,” kata Kapolda Papua

 



Sumber: Suara Pembaruan