Nama Ibu Kota Negara Diumumkan Pertengahan 2020

Nama Ibu Kota Negara Diumumkan Pertengahan 2020
Presiden Joko Widodo bersama dengann Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Titik yang ditinjau Jokowi berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah perhutanan yang konsesinya dikuasai oleh PT ITCI Hutan Manunggal. Lokasi ini akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Carlos KY Paath / FMB Rabu, 18 Desember 2019 | 09:58 WIB

Penajam Paser Utara, Beritasatu.com - Nama ibu kota negara (IKN) baru bakal diumumkan pada pertengahan 2020. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan langsung nama IKN setelah peletakan batu pertama.

"(Nama IKN) saat pertengahan tahun. Pada saat nanti awal groundbreaking atau peletakan batu pertama, nama akan langsung kami sampaikan," kata Presiden saat meninjau langsung lokasi klaster pemerintahan IKN baru di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (17/12/2019).

Ibu Kota Baru Dibangun dengan Konsep Smart and Forest City

Lewat jalan darat dari Balikpapan, Kaltim, Presiden meninjau lokasi IKN. Sebelum peninjauan, di Kutai Kartanegara (kukar), Presiden terlebih dahulu meresmikan ruas tol Balikpapan-Samarinda seksi 2, 3, dan 4. Jalan menuju Kecamatan Sepaku, PPU, berkelok-kelok dan sedikit rusak di beberapa titik.

Hujan yang sempat turun, mengakibatkan jalanan berlumpur. Presiden dan rombongan akhirnya tiba di perbukitan. Sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Berikutnya yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Anggota Komisi V DPR Irwan Feccho, dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Kunjungi Lahan Ibu Kota Baru, Mobil Menteri Nyaris Masuk Jurang

"Ini adalah kunjungan pertama saya setelah kita putuskan di PPU ini dan di Kukar sebagai ibu kota negara. Sudah diputuskan luasan 256.000 hektare yang akan dipakai dan dicadangkan untuk kawasan ibu kota. Kemudian kawasan intinya ada 56.000 hektare, untuk kawasan pemerintahnya 5.600 hektare," ucap presiden.

Menurut presiden, titik-titik kantor pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan nantinya ditentukan oleh urban planner, Setelah desain gagasan diputuskan dan digambar detil dalam waktu 6 bulan. "Kami perkirakan nanti pertengahan 2020 pembangunan infrastruktur mulai. Kami melihat di sini, ternyata infrastruktur dasar jalan meskipun baru perkerasan itu sudah ada," imbuh Presiden.

Badan Otorita IKN akan segera dibentuk. Meski begitu, presiden merahasiakan calon kepala badan otorita tersebut.

Presiden Bakal Bangun Silicon Valley di Ibu Kota Baru

"Rencananya akhir bulan ini. Tapi kalau terlambat, insyaallah awal Januari. Sudah selesai semua. Ini bukan sesuatu yang harus cepat-cepat diputuskan, karena menyangkut gagasan besar, perencanaan besar, menyangkut sebuah pendanaan besar," kata Presiden.

Lumpur dan Mobil Tergelincir

Hujan turun saat Presiden meninjau lokasi IKN. Sepatu sneakers yang digunakan Presiden tampak berlumpur. Begitu juga sepatu milik rombongan lainnya. Gubernur Kaltim Isran Noor pun terlihat membersihkan sneakers-nya, karena bagian bawahnya tertutup lumpur yang cukup tebal.

Momen menarik lainnya yaitu mobil rombongan yang ditumpangi menteri sempat tergelincir akibat hendak menaiki tanjakan. Mobil pun tak dapat melanjutkan perjalanan. Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan rombongan memutuskan keluar dari mobil dan berjalan kaki di atas lumpur. Selang beberapa waktu, rombongan meneruskan perjalanan dengan mobil lain.

Sebelum ke PPU, presiden beraudiensi dengan tokoh masyarakat Kaltim. Pertemuan berlangsung di Balikpapan. "Saya mengucapkan kulo nuwun (izin) kepada tokoh-tokoh dan masyarakat Kaltim dan umumnya di seluruh Pulau Kalimantan untuk membangun ibu kota," ungkap Presiden.



Sumber: Suara Pembaruan