241 Orang Pemilih Pilkades Diduga Keracunan Makanan

241 Orang Pemilih Pilkades Diduga Keracunan Makanan
Bupati Asahan, Surya (paling kiri) membesuk korban keracunan makanan di RSUD Abdul Manan Simatupang. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JAS Jumat, 20 Desember 2019 | 13:38 WIB

Asahan, Beritasatu.com - Pesta demokrasi dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), ternyata tidak berbuah manis. Soalnya, ratusan warga yang ikut memilih justru dilarikan ke rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

"Ada sebanyak 241 orang terpaksa mendapatkan penanganan medis diduga akibat keracunan makanan yang dibagikan oleh panitia saat pilkades, 18 Desember 2019 kemarin," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga, Jumat (20/12/2019).

Khaidir memaparkan, jumlah warga yang menjalani perawatan jalan di Puskesmas Tinggi Raja ada 132 orang, 29 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manan Simatupang, 4 orang dirawat di RSU Kartini, 30 orang menjalani rawat inap di puskesmas dan 46 orang berobat jalan ke bidan desa.

Menurutnya, warga yang mengalami sakit perut, mual-mual, muntah-muntah, sakit kepala dan tubuh lemas ini, merupakan warga dari beberapa dusun di Desa Tinggi Raja. Sebelum kejadian, mereka mendatangi tempat pemungutan suara dalam pemilihan kepala desa. Saat itu, panitia membagi-bagi nasi bungkus kepada warga.

"Warga kemudian mengonsumsi nasi yang diberikan tersebut. Kejadian ini menghebohkan pada malam hari. Warga yang memakan nasi mengalami mual dan muntah-muntah. Keluarga masing-masing kemudian melarikan korban ke rumah sakit dan puskesmas. Tidak ada laporan korban jiwa," katanya.

Begitu mendapatkan laporan ratusan warga diduga mengalami keracunan makanan, Bupati Asahan, Surya langsung melakukan peninjauan ke rumah sakit dan puskesmas. Bupati bersyukur karena kondisi warga yang keracunan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

"Ini merupakan kejadian yang kedua kali terjadi. Sebab, beberapa waktu lalu juga terjadi keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dalam acara syukuran salah aeorang warga. Kita masih menunggu hasil laboratorium penyebab dari ratusan warga yang dilaporkan mengalami keracunan makanan," jelasnya.

Kapolsek Prapat Janji, AKP Rona Tambunan menyampaikan, pihaknya masih menyelidiki penyebab ratusan warga yang diduga mengalami keracunan makanan itu. Polisi juga mengambil keterangan dari sejumlah warga maupun panitia yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa tersebut.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian itu. Sebab, kami masih memintai keterangan, apakah memang benar-benar akibat makanan yang dibagikan panitia atau tidak. Apalagi sumbernya tidak dari satu lokasi. Nasi bungkus disumbangkan oleh lima calon kepala desa," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan