241 Orang Pemilih Pilkades Diduga Keracunan Makanan

241 Orang Pemilih Pilkades Diduga Keracunan Makanan
Bupati Asahan, Surya (paling kiri) membesuk korban keracunan makanan di RDUD Abdul Manan Simatupang. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / WBP Jumat, 20 Desember 2019 | 13:49 WIB

Asahan, Beritasatu.com - Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), diwarnai insiden. Pasalnya, ratusan warga yang ikut memilih justru dilarikan ke rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

"Sebanyak 241 orang terpaksa mendapatkan penanganan medis diduga akibat keracunan makanan yang dibagikan oleh panitia saat Pilkades, 18 Desember 2019," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga, Jumat (20/12/2019).

Khaidir memaparkan, jumlah warga yang menjalani perawatan jalan di Puskesmas Tinggi Raja ada 132 orang, 29 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manan Simatupang, empat orang dirawat di RSU Kartini, 30 orang menjalani rawat inap di puskesmas dan 46 orang berobat jalan ke bidan desa.

Menurutnya, warga yang mengalami sakit perut, mual, muntah, sakit kepala dan tubuh lemas ini, merupakan warga dari beberapa dusun di Desa Tinggi Raja. Sebelum kejadian, mereka mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan kepala desa. Saat itu, panitia membagi-bagikan nasi bungkus kepada warga.

"Malam harinya, warga yang memakan nasi mengalami mual dan muntah. Keluarga kemudian melarikan korban ke rumah sakit dan puskesmas. Tidak ada laporan korban jiwa," kata Khaidir Sinaga.

Bupati Asahan, Surya langsung melakukan peninjauan ke rumah sakit dan puskesmas. Bupati bersyukur karena kondisi warga yang keracunan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

"Ini merupakan kejadian yang kedua. Beberapa waktu lalu juga terjadi keracunan makanan setelah mengkonsumsi hidangan dalam acara syukuran salah seorang warga. Kita masih menunggu hasil laboratorium penyebab dari ratusan warga yang dilaporkan mengalami keracunan makanan," jelas Khaidir Sinaga.

Kapolsek Prapat Janji, AKP Rona Tambunan menyampaikan, pihaknya masih menyelidiki penyebab ratusan warga yang diduga mengalami keracunan makanan itu. Polisi juga mengambil keterangan dari warga maupun panitia yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa tersebut.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian itu. Sebab, kami masih memintai keterangan, apakah memang benar-benar akibat makanan yang dibagikan panitia atau tidak. Apalagi sumbernya tidak dari satu lokasi. Nasi bungkus ada yang disumbangkan oleh lima calon kepala desa," sebut Rona Tambunan.

 



Sumber: Suara Pembaruan