Purnatugas, Agus Rahardjo Mengaku Punya "Utang" ke PPATK

Purnatugas, Agus Rahardjo Mengaku Punya
Ketua KPK Firli Bahuri (kedua kiri) berjabat tangan dengan Pimpinan KPK periode 2015-2019 (dari kiri) Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif usai upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / FMB Jumat, 20 Desember 2019 | 20:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masa tugas Agus Rahardjo sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berakhir pada Jumat (20/12/2019). Agus digantikan oleh Ketua KPK Jilid V Firli Bahuri.

Dalam sambutan serah terima jabatan, Agus mengakui memiliki banyak utang kepada Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin. Utang tersebut berupa data-data dan informasi dari PPATK yang belum ditindaklanjuti seluruhnya oleh KPK saat dipimpin Agus.

"Saya merasa sangat masih berutang kepada Pak Badar sebagai Kepala PPATK, masih banyak tugas dari Pak Badar yang kita belum sanggup menyelesaikan dengan baik," kata Agus dalam sambutannya di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Agus mengaku, KPK mendapat banyak data dan informasi, terutama terkait transaksi keuangan mencurigakan dari PPATK. Untuk itu, Agus meminta Komisioner KPK Jilid V yang dipimpin Firli Bahuri dapat menyelesaikan tugas-tugas itu.

"Oleh karena itu data yang sedemikian banyaknya yang diberikan PPATK kepada kita itu harus mulai kita selesaikan dengan cepat," kata dia/

Kiagus Badaruddin turut hadir dalam Sertijab pimpinan KPK hari ini. Selain Badaruddin, sertijab pimpinan KPK juga turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mantan Ketua KPK Taufiquerachman Ruki, serta Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat. 



Sumber: Suara Pembaruan