Menko PMK: Cegah Stunting Harus dari Akar Permasalahan

Menko PMK: Cegah Stunting Harus dari Akar Permasalahan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pencegahan stunting harus dari akar permasalahannya.

"Mari bersama bergerak melawan stunting misalnya dengan membuat program sarapan bersama untuk anak, atau menghidupkan kembali pembagian susu, telur, bubur kacang hijau di sekolah," ujar Menko PMK dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Pencegahan stunting adalah upaya yang kompleks, dan pemerintah memiliki ambisi besar untuk menurunkan prevalensi stunting ke angka 19% pada 2024.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama multisektoral antara pemerintah, swasta, hingga individu. Danone Indonesia adalah salah satu perusahaan yang berupaya berkontribusi pada pencegahan stunting melalui pendekatan kolaborasi multipihak.

Danone Indonesia melalui PT Tirta Investama sebagai anggota SUN Business Network berbagi pengalamannya dalam inisiatif Bersama Cegah Stunting di depan pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah, mitra pembangunan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta akademia pada acara tahunan Bappenas, yaitu SUN Annual Meeting dengan tema Bekerja Bersama Turunkan Stunting.

Government and External Scientific Affairs Lead Danone Indonesia, Sarah Angelique dalam pemaparannya mengatakan, untuk menggali inovasi dan praktik penurunan angka stunting, Bappenas memilih beberapa contoh terbaik perwujudan bisnis yang bertanggung jawab. Salah satunya, adalah program Bersama Cegah Stunting oleh Danone Indonesia. Program ini menggabungkan inisiatif unggulan Danone di Indonesia yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, merupakan intervensi spesifik dan sensitif untuk diimplementasi secara bersamaan serta terintegrasi di satu daerah yang sama.

"Pencegahan stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan inilah menjadi poin penting dari Bersama Cegah Stunting. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, tim dokter spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, akademisi, hingga komunitas," ujar Sarah.

Program pencegahan stunting yang efektif, menurutnya, harus mencakup intervensi gizi spesifik (faktor nutrisi) dan intervensi gizi sensitif (faktor lingkungan). Keduanya harus berjalan secara bersamaan dan konsisten.



Sumber: Suara Pembaruan