Hendropriyono Sebut TV Australia Provokasi Indonesia Soal Papua

Hendropriyono Sebut TV Australia Provokasi Indonesia Soal Papua
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono di acara acara HUT TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Yustinus Paat / WM Senin, 23 Desember 2019 | 00:00 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono menyebut, salah satu stasiun televisi Australia, ABC Australia, ikut memberitakan masalah Papua dengan nada provokatif.

Menurut Hendropriyono, hal tersebut berbahaya karena terus memperkeruh situasi di Papua.

"Ini sudah dalam keadaan menurut saya kritis. Kita lihat kemarin di TV ABC Australia di acara Six O'clock News, itu berita diulang-ulang tentang Papua, tentang kasus Papua, yang betul-betul provokasi," ujar Hendropriyono, di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Hendropriyono menilai, ada upaya penggiringan opini publik untuk menyudutkan Indonesia di dunia internasional.

Apalagi, kata dia, ABC Australia merupakan stasiun televisi pemerintah Australia, seperti TVRI zaman dulu.

"Kita tidak boleh lalai, jangan sampai ketinggalan zaman," kata Hendropriyono.

Dia juga mendengar ada informasi kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) untuk menyerang PT Freeport. Menurut dia, jika OPM berhasil menyerang PT Freeport, maka dunia internasional akan masuk dan Indonesia akan menjadi kesulitan lagi.

"Karena saya juga dengar desas desus mereka akan menyerang Freeport. Kalau ini sampai terjadi kita sudah ketinggalan kereta," ungkap dia.

Karena itu, Hendropriyono meminta pemerintah Indonesia tidak memandang enteng para petinggi gerakan di Papua. Bila perlu, kata dia, pemerintah Indonesia tegas menyebut mereka sebagai pemberontak, bukan hanya kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Karena itu jangan dianggap enteng seruan dari komandan pasukan mereka itu yang menamakan dirinya Tentara Nasional Papua Barat, TNPB. Kita ikut-ikutan juga mass media kita nulisnya TNPB, padahal itu pemberontak," tutur Hendropriyono.

Lebih lanjut, Hendropriyono mendorong jajaran pemerintah seperti Kemko Polhukam dan Kemhan berperan lebih untuk mengatasi persoalan Papua.

Hendropriyono berpendapat, masalah ini bukan sekadar kriminal biasa saja.

"Kita tidak hanya bisa bersandar pada pemerintah, eksekutif, dan legislatif. Dan kita harapkan bahwa jajaran pemerintah Polhukam, Pertahanan, semuanya kita ikut berpartisipasi permasalahan ini, jangan tenang-tenang saja," kata Hendropriyono.



Sumber: BeritaSatu.com