Sejarah Baru, Kapolda Metro Jaya Dijabat Komjen

Sejarah Baru, Kapolda Metro Jaya Dijabat Komjen
Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono memberikan pernyataan kepada awak media terkait pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 saat peluncuran aplikasi MPOK di Markas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 16 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Farouk Arnaz / WBP Kamis, 26 Desember 2019 | 13:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono akan membuat sejarah. Dia akan naik pangkat menjadi bintang tiga atau komjen sore ini.

Gatot memang ditunjuk menjadi wakapolri menggantikan Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto yang segera memasuki masa pensiun. Tapi biasanya, seorang perwira tinggi duduk di jabatan barunya dulu, lalu dinaikkan pangkatnya. Artinya, pangkat mengikuti jabatan yang telah diemban.

Kapolda Metro Jaya Naik Jadi Wakapolri

Namun berbeda dengan Gatot yang belum melaksanakan sertijab Wakapolri—alias dia masih Kapolda Metro Jaya— tapi dia lebih dulu naik pangkat.

“Iya benar sore ini (korps raport naik pangkat). Setelah itu masih (Kapolda Metro Jaya),” kata Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri saat dihubungi Beritasatu.com Kamis (26/12/2019).

Kapolda Metro akan Tindak Ormas yang Sweeping Jelang Natal

Belum jelas alasan Gatot naik pangkat lebih dulu. Adapun jabatan wakapolri selama ini memang diisi seorang perwira yang sebelumnya sudah komjen. Istilahnya komjen mantab, bukan irjen yang dinaikan menjadi komjen seperti peristiwa kali ini.

Selain Gatot, yang akan naik jabatan sebagai Komjen sore ini adalah Kabaresrkrim Irjen Listyo Sigit dan Kabaharkam Irjen Agus Andrianto.

Berbeda dengan Gatot, Listyo dan Agus memang sudah dilantik sebagai Kabareskrim dan Kabaharkam sejak 16 Desember lalu.



Sumber: BeritaSatu.com