PGRI Siap Bantu Kemdikbud Rancang Cetak Biru Pendidikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PGRI Siap Bantu Kemdikbud Rancang Cetak Biru Pendidikan

Senin, 30 Desember 2019 | 14:08 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi mengatakan, PGRI menyambut baik niat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyusun cetak biru pendidikan. Pasalnya, hingga kini Indonesia belum pernah memilikinya.

Selain itu, cetak biru pendidikan merupakan salah satu kebijakan yang selama ini selalu digaungkan oleh PGRI. Bahkan, PGRI sejak 2014 lalu sudah merancang fokus utama cetak biru pendidikan Indonesia.

"Secara makro, Indonesia belum ada grand design atau cetak biru pendidikan. Jadi apa yang dipikirkan Mendikbud Nadiem itu saya kira sangat baik karena pemikiran pembelajaran sepanjang hayat ini selalu digaungkan PGRI," kata Guru Besar bidang Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini kepada SP, Minggu (29/12/2019).

Untuk itu, Unifah menuturkan, PGRI bersedia diajak untuk bekerja sama merancang cetak biru pendidikan. Pasalnya, hasil cetak biru pendidikan yang digaungkan oleh PGRI ini adalah hasil pemikiran para ahli di bawah naungan PGRI yang terdiri dari guru besar bidang pendidikan dari perguruan tinggi dan pengelola Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Semuanya menetapkan tiga fokus utama yang meliputi konsep pendidikan untuk semua, pendidikan vokasi, dan pendidikan akademik atau pendidikan untuk guru.

Unifah menyebutkan, konsep pendidikan untuk semua yang terkait dengan program wajib belajar 12 tahun itu bukanlah sekadar kewajiban tetapi harus benar-benar dibenahi. Dengan demikian, terbentuk konsep belajar sepanjang hayat dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) selama dua tahun lalu dilanjutkan ke sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Konsep seperti ini telah diterapkan di negara dengan pendidikan maju seperti Amerika Serikat, Belanda, Jepang, dan Polandia. Konsep ini pembentuk pembelajaran sepanjang hayat," ujarnya.

Unifah menyebutkan, untuk pendidikan akademik, pemerintah harus fokus mengubah konsep pemahaman guru tentangan pengajaran yang dimulai dari literasi dasar, yakni menanamkan calismaturtung (membaca, menulis, menyimak, menutur, dan berhitung) sebagai sebuah kebiasaan. Dengan begitu, pemerintah akan berhasil ketika menerapkan 4C (communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation).

Selanjutnya, Unifah menuturkan, dasar literasi ini penting karena apabila tidak dipersiapkan dengan baik, maka tujuan pendidikan dirancang akan sia-sia dan sulit tercapai karena dasarnya tidak kuat. "Literasi dasar ini sangat penting karena ada keterkaitan penuh dengan semua kecakapan hidup yang harus dimiliki peserta didik," ujarnya.

Lebih lanjut, literasi dasar sangat dibutuhkan karena menyiapkan masa depan anak itu bukan hanya terkait pendidikan digital, melainkan kemampuan dan kesiapan anak yang dipupuk dari tingkat PAUD hingga SMA. Unifah menuturkan, kurikulum pendidikan sebaiknya jangan hanya fokus pada mata pelajaran, akan tetapi juga pada kemampuan calismaturtung.

Lanjut dia, literasi dasar ini berkaitan erat dengan vokasi. Maka, dalam merancang cetak biru pendidikan, pemerintah harus benar-benar memikirkan sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan di masa yang akan datang. Selain itu, cetak biru juga harus sejalan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan bagian dari Undang-Undang Dasar sehingga apa yang dirancang tidak akan bertentangan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021

Mulai 25 September, Denpasar Terapkan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata

Polrestra Denpasar akan menerapkan peraturan lalu lintas berupa penyekatan ganjil genap bagi kendaraan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) mulai 25 September 2021.

NASIONAL | 19 September 2021

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

NASIONAL | 19 September 2021

BNPT: Sikap Intoleran Sebabkan Bencana, Hargai Perbedaan

Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sikap intoleran terhadap agama dapat menyebabkan bencana sehingga mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan

NASIONAL | 19 September 2021

Ini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon Soal Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte menuliskan surat terbuka terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Muhammad Kace. Ini isi lengkap surat tersebut.

NASIONAL | 19 September 2021

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Mukomuko

Sebanyak 108 rumah warga Desa Rawa Mulya Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, sejak Sabtu (18/9/2021) sampai Minggu (19/9/2021) terendam banjir.

NASIONAL | 19 September 2021

Tulis Surat Terbuka, Irjen Napoleon Bonaparte Bertanggung Jawab atas Penganiayaan Muhammad Kece

Dalam surat terbuka, Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas dugaan pemukulan terhadap Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Brighton Rusak Laga Ke-250 Jamie Vardy

Brighton Rusak Laga Ke-250 Jamie Vardy

BOLA | 48 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings