Berbahaya, Tidak Ada Acara Terbangkan Lampion di Candi Borobudur

Berbahaya, Tidak Ada Acara Terbangkan Lampion di Candi Borobudur
Sejumlah wisatawan mengamati matahari terbit di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/2). ( Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko )
/ FMB Selasa, 31 Desember 2019 | 20:20 WIB

Magelang, Beritasatu.com - Malam pergantian tahun di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu menerbangkan ribuan lampion.

"Jika perayaan malam pergantian tahun sebelumnya selalu menerbangkan lampion, namun untuk malam ini tidak ada," kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana di Magelang, Selasa (31/12/2019).

Menurut dia hal ini dilakukan karena penerbangan lampion dinilai mengganggu lingkungan dan membahayakan terhadap jaringan kabel listrik PLN.

Ia menuturkan dalam perayaan malam Tahun Baru 2020 kembali digelar Borobudur Nite dengan tema "The Sound of Spirit Soul" di Taman Lumbini Candi Borobudur.

"Malam tahun baru digelar pertunjukan musik di Taman Lumbini Candi Borobudur dengan mendatangkan artis lokal dari Yogyakarta," katanya.

Perayaan menuju pergantian tahun dibuka oleh kelompok musik Rakitikar dan dilanjutkan oleh Lia Magdalena, seorang influencer lifestyle music yang berasal dari Yogyakarta.

Puncak hiburan Borobudur Nite 2019 ditemani oleh Fourtwenty yang mengajak para penonton merayakan pergantian tahun sebagai permulaan memulai proses kehidupan baru yang lebih baik.

Pada seremonial pergantian tahun di Borobudur Nite tahun ini, penerbangan lampion akan diganti dengan menyalakan lilin secara bersama-sama untuk membangun suasana yang intim dan sakral.

Penyalaan lilin pada Borobudur Nite tahun ini juga sebagai upaya untuk menjaga kelestarian Borobudur dengan menjaga kebersihan agar tidak merusak cagar budaya dan berperilaku sopan di kawasan Borobudur sebagai salah satu ikon warisan spiritual di Indonesia.



Sumber: ANTARA