Kemsos Distribusikan Bantuan Logistik ‎kepada Warga Terdampak Banjir

Kemsos Distribusikan Bantuan Logistik ‎kepada Warga Terdampak Banjir
Kementerian Sosial mulai memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana di beberapa wilayah, sejak Rabu (1/1/2020) petang. ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / JAS Kamis, 2 Januari 2020 | 16:11 WIB

Bekasi, Beritasatu.com -‎ Kementerian Sosial (Kemsos) mulai mendistribusikan bantuan logistik untuk korban terdampak banjir di DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat‎ serta di Provinsi Banten. Pendistribusian logistik di Kota Bekasi mulai dilakukan sejak Rabu (1/1/2020) kemarin.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, yang meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Timur, Kota Bekasi, mem‎bagikan kebutuhan kebutuhan hidup kepada ribuan warga Margahayu yang terdampar banjir di bantaran Kali Bekasi.

"Kami telah distribusikan bantuan sebesar Rp 2,43 miliar untuk warga terdampak banjir," kata Harry Hikmat, dalam keterangan tertulisnya Kamis (2/1/2020).

Dia mengatakan, bantuan logistik bagi korban bencana alam di DKI Jakarta telah dikirimkan dari Gudang Pusat Kemsos di Kota Bekasi. Total bantuan sebesar Rp 750 juta terdiri dari bantuan makanan siap saji 2.000 paket, bantuan makanan anak 1.800 paket, mi instan 30.000 bungkus, tenda gulung 500 lembar, peralatan keluarga 8.000 paket. Selanjutnya, selimut 200 lembar dan 100 paket sandang.

"Dapur umum di DKI Jakarta sudah dikoordinasikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Demikian halnya dapur umum untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bekasi telah berjalan mulai pagi ini dengan dukungan Tagana dan Dinsos setempat," imbuhnya.

Dapur umum di Kabupaten Bandung Barat dipusatkan di Cipeundeuy Kecamatan Padalarang untuk memenuhi 3 titik pengungsian. Dapur umum dapat memenuhi kebutuhan makan untuk pengungsi sebanyak 300 orang dan 200 relawan. "Dukungan logistik lanjutan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama tiga hari ke depan," ujarnya.

Bantuan bencana alam untuk Provinsi Jawa Barat senilai Rp 1 miliar. Bantuan terdiri dari makanan anak 1.800 paket, mi 30.000 bungkus, tenda serbaguna 3 unit, tenda gulung 460 lembar, velbed 230 unit, kasur 230 lembar, dapur umum lapangan 1 set, peralatan keluarga 920 paket, paket sandang 40 dan perlengkapan Tagana 50 paket.

"Nanti kita tambah dengan bantuan alat kebersihan untuk membantu warga dan Tagana dalam membersihkan rumah dan lingkungan sekitar," bebernya.

Sementara itu, bantuan bencana alam untuk wilayah berpotensi banjir yakni Provinsi Banten adalah senilai Rp 680 juta. Bantuan terdiri dari makanan anak 1.800 paket, mi 30.000 bungkus, tenda gulung 400 lembar, kasur 200 lembar, peralatan keluarga 800 paket dan bantuan perlengkapan Tagana 25 paket.

"Saat ini, bantuan logistik sudah terdistribusi kepada korban terdampak banjir di beberapa tempat," ucapnya.

‎Sebelumnya, Menteri Sosial, Juliari P Batubara, mengatakan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap sudah di kirim ke wilayah terdampak bencana, sekaligus juga mengaktifkan dapur umum lapangan dan menyiagakan personel Tagana untuk membantu evakuasi warga.

"Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, dalam setiap kejadian bencana pemerintah harus segera turun memberikan pemenuhan kebutuhan dasar terdahap warga dan memastikan mereka ditangani dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, semua jajaran diminta untuk kordinasi dan langsung turun membantu korban banjir," tuturnya.

Pada saat bencana, tugas Kemsos adalah mengaktivasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Sistem yang dimaksud adalah Klaster Nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemsos bertugas dalam Klaster Perlindungan dan Pengungsian dan Klaster Logistik.

"Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya," imbuhnya.

Pada saat terjadinya bencana dan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat. Kementerian Sosial mengerahkan seluruh Potensi Penanggulangan Bencana Alam, yakni pengerahan personel Tagana dan Sahabat Tagana, KSB, Kendaraan Siaga Bencana, barang persediaan, alat evakuasi, alat dan sistem komunikasi, dan kerja sama lembaga pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat.