318 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Jambi

318 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Jambi
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Jumat, 3 Januari 2020 | 12:30 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Provinsi Jambi masih tetap tinggi sepanjang 2019 mencapai 318 orang. Tingginya korbankecelakaan disebabkan rendahnya disiplin berlalu lintas.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menjelaskan, Kamis (2/1/2020), dibanding tahun 2018, korban tewas akibat kecelakaan menurun dari 364 orang menjadi 318 orang atau turum 12,63%.

“Namun angkat itu masih tergolong cukup tinggi sehingga harus diturunkan bahkan ditiadakan karena ini menyangkut jiwa manusia,” katanya.

Tahun 2019 angka laka lantas mencapai 1.180 kasus atau naik 1,72 % dibanding 2018 sekitar 1.660 kasus. Sedangkan kerugian material meningkat dari Rp 5, 96 miliar (2018) menjadi Rp 6.11 miliar (2019).

Untuk menurunkan kasus lala lantas di Jambi di tahun ini, lanjut Muchlis, pihaknya meminta seluruh jajaran kepolisian di 11 polres di Provinsi Jambi meningkatkan sosialisasi keamanan berlalu lintas.

“Sosialisasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara ntensif ke sekolah-sekolah, kampus-kampus dan di pusat-pusat keramaian. Kampanye atau sosialisasi keselamatan berlalu lintas terhadap kalangan generasi muda milenial ini perlu karena sebagian besar korban lakalantas di Jambi kalangan generasi muda milenial,”katanya.

Terpisah, Kapolres Merangin AKBP M Lutfi mengatakan, korban jiwa akibat laka lantas di daerahnya juga masih tetap tinggi. Jumlah korban tewas tahun 2018 mencapai 44 orang dalam 59 kasus kecelakaan. Sedangkan tahun 2010 sebanyak 42 orang tewas dengan 59 kasus kecelakaan.

“Korban luka berat tahun lalu sebanyak 8 orang dan luka ringan 70 orang. Kerugian mencapai Rp 567 juta,” jelasnya di Merangin, Kamis.

Menurut M Lutfi, penyebab utama lakal antas di daerah itu yakni kelalaian dan kurangnya disiplin pengendara kendaraan bermotor. Pengendara sepeda motor di daerah ini masih banyak yang tidak menggunakan helm. Kemudian pengendara sepeda motor juga sering mengemudikan kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan pelindung helm.

“Ketika terjadi laka lantas, pengendara sepeda motor sering mengalami kejadian fatal, luka berat hingga tewas di jalan raya,” katanya.

Kabupaten Merangin memang termasuk daerah rawan kecelakaan karena berasa di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang pada lalu lintas kendaraan besar seperti truk, mobil tangki dan bus antar lintas Sumatera

Polres Merangin terus meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas untuk mengurangi kasus lakalantas di daerah itu. Para pengendara di daerah itu, khususnya penggendara sepeda motor diharapkan semakin taat berlalu lintas agar terhindar dari lakalantas.



Sumber: Suara Pembaruan