Kulonprogo Berhasil Memproduksi Padi Penangkal Stunting

Kulonprogo Berhasil Memproduksi Padi Penangkal Stunting
Ilustrasi padi di sawah ( Foto: Antara / M.Ali Khumaini )
Fuska Sani Evani / JEM Jumat, 3 Januari 2020 | 12:59 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, berhasil mengembangkan padi dengan kandungan kandungan nutrisi tinggi, Padi varietas Inpari IR Nutri Zinc sehingga mampu menangkal stunting.

Ditanam di lahan milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kalibawang seluas 4.000 meter persegi, mampu menghasilkan gabah hingga 2,8 ton.

Koordinator BPP Kalibawang Ermono menerangkan, penanaman padi varietas Inpari IR Nutri Zinc dilakukan di sawah Dusun Ngrajun, Desa Banjarharjo dan Bulak Kulon Paras. Benih yang diperoleh dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Sukamandi Jawa Barat tersebut ditebar sebanyak 10 kilogram.

Proses penebaran benih dan masa tanam dilaksanakan pada September 2019 dengan sistem tanam menggunakan jajar legowo 2,1 dan teknologi pemupukan berimbang.

Dikatakan, dari lahan seluas 4.000 meter persegi, mampu menghasilkan padi sebanyak 2,8 ton dan memiliki bobot yang lebih baik.

Ermono berkeyakinan, dengan suksesnya penanaman padi varietas Inpari IR Nutri Zinc, setidaknya akan memecahkan persoalan stunting di Kulonprogo, karena varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn rata-rata sebesar 34,51 ppm.

Berdasarkan riset BPTP Yogyakarta, kandungan itu lebih banyak dibandingkan varietas padi lain. Dengan demikian, padi jenis tersebut, mampu menangkal kekerdilan pada balita.

Ditambahkan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun, dengan hasil yang cukul memuaskan, varietas ini rencanannya akan dikembangkan ke seluruh wilayah Kulonprogo, sebagai upaya peningkatan nutrisi bagi penduduk.



Sumber: Suara Pembaruan