Kembangkan Ekspor, Petani Bali Menerima Bantuan KUR dan AUTP

Kembangkan Ekspor, Petani Bali Menerima Bantuan KUR dan AUTP
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung budidaya pertanian melalui KUR dan asuransi di Lapangan Renon, Denpasar, Minggu 6 Januari 2020. ( Foto: IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 6 Januari 2020 | 11:26 WIB

DENPASAR, Beritasatu.com - Agar terus meningkatkan ekspor sektor pertanian, para petani di Bali dianjurkan untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk memenuhi sarana dan prasarananya.

Hal ini dinyatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ketika menghadiri Tani's Day di area Car Free Day (CFD) di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (5/1/2020).

Syahrul mengatakan, para petani dengan ini akan terbiasa menghitung ataupun mencari sendiri traktornya dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari traktor tersebut.

Dengan bunga kredit KUR sektor pertanian sebesar enam persen, para petani dapat menghitung skala pasar maupun bisnis yang selanjutnya dituntun jajaran aparat pertanian.

"Pada 2020, total alokasi KUR untuk sektor pertanian bagi 34 provinsi di Tanah Air sekitar Rp 50 triliun. Untuk Bali, jika sudah siap, bisa mengambil alokasi hingga Rp 1 triliun," ungkap Syahrul.

Adapun penekanan pada KUR ini untuk menyiasati bagaimana petani cenderung membuang sarana dan prasarana seperti traktor yang sudah dibagikan jika mengalami sedikit kerusakan pada karburatornya.

"Dengan KUR, intervensi mekanisasi dan teknologi yang dibutuhkan bisa lebih cepat, dibandingkan yang dibagi-bagi oleh pemerintah," cetusnya.

Dengan ini, Syahrul berharap Bali dapat meningkatkan kualitas pertaniannya agar menjadi lokomotif dan pintu gerbang ekspor pertanian yang diharapkan dapat meningkat tiga kali lipat pada tahun 2020-2024.

"Saya ketika menjadi Bupati belajar subak dan terasering dari Bali. Bali harus meningkatkan kualitas pertaniannya. "Negara kita besar tak boleh kalah dari negara lain. Yang paling pasti, Indonesia maju, lapangan pekerjaan tersedia, bila pertanian maju, mandiri, modern," ujarnya.

Dalam acara ini, terdapat pula penyerahan simbolis bantuan-bantuan Asuransi Usaha Tani (AUTP) dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan dan Penyerahan KUR dari 3 bank (Mandiri, BRI, BNI).

Adapun bantuan Ditjen PSP meliputi penyerahan Klaim AUTS Provinsi Bali 2019, Polis AUTP Provinsi Bali 2019 seluas 13.833,66 Ha, Program Bantuan Premi AUTS/K untuk melindungi kematian sapi atau kerbau TA 2020 sejumlah 120.000 ekor, serta Program Bantuan Premi AUTP untuk melindungi lahan sawah dari gagal panen TA 2020 seluas 1.000.000 Ha.

"Semoga petani Bali makin menyadari betapa pentingnya mengikuti AUTP. Tidak hanya melindungi dari ancaman kekeringan saja, juga memberikan rasa nyaman dan aman saat musim hujan yang berpotensi banjir," jelas Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy.

Selain itu, juga ada pengundian 7 hadiah utama Program Kompetisi Pendaftaran Bantuan Premi AUTS/K dan AUTP melalui aplikasi SIAP TA 2019. Adapun hadiahnya meliputi paket umroh yang dimenangkan oleh PPL asal Bojonegoro dan Banjar, serta hadiah motor yang diberikan kepada PPL dari Tuban, Konawe, Gorontalo, serta Gorontalo Utara.



Sumber: PR