Tinjau Sekolah Ambruk di Cibinong, Nadiem Beri Bantuan Pendidikan

Tinjau Sekolah Ambruk di Cibinong, Nadiem Beri Bantuan Pendidikan
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyapa murid-murid SDN Cirimekar 02 Cibinong, Kabupaten. Bogor, Jawa Barat yang belajar di tenda darurat, Senin, 6 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / RSAT Senin, 6 Januari 2020 | 12:46 WIB

Bogor, Beritaatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meninjau  SDN Cirimekar 02 Cibinong, Kabupaten. Bogor, Jawa Barat yang ambruk akibat hujan yang disertai angin kencang, Senin (6/1/2020). Ruang sekolah yang ambruk itu sebanyak  lima ruang kelas terdiri dari tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan 1 ruang komputer.

Nadiem bersama rombongan tiba sekitar pukul 09.45 WIB langsung meninjau ruang kelas yang ambruk. Setelah itu Nadiem menuju tenda darurat untuk menyapa peserta didik agar tetap semangat belajar dalam keadaan bencana.

“Assalamualaikum, apa kabar adik-adik. Semangat luar biasa meski belajar di tenda. Kemdikbud akan membantu pembangunan ruang sekolah yang ambruk agar bisa sekolah lagi di dalam ruangan. Adik-adik mohon bersabar ya," ujar Nadiem menyapa anak-anak yang berada di tenda darurat SDN Cirimekar 02 Cibinong.

Selanjutnya Nadiem menyapa awak media untuk menyampaikan bantuan yang disiapkan Kemdikbud untuk sekolah terdampak bencana banjir maupun sekolah roboh akibat badai hujan.

Nadiem menuturkan, Kemdikbud rutin melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan semua daerah dalam penyaluran bantuan pendidikan. Khusus untuk sekolah roboh Nadiem menyebutkan, Kemdikbud memberikan bantuan berupa 100 paket alat sekolah seperti seragam, 1 unit tenda darurat, 600 eksemplar modul untuk belajar mandiri, buku materi esensial 150 eksemplar, dan 1.800 buku cerita agar dalam situasi apapun peserta didik tetap mencintai membaca, serta sembako.

Sementara itu, untuk para guru yang terdampak bencana banjir dan hujan badai akan mendapat bantuan tunjangan khusus selama tiga bulan.

"Kesejahteraan guru itu sangat penting, apalagi pada saat sulit seperti ini. Untuk membantu orang tua, membantu anaknya beradaptasi terhadap bencana ini, maka kami memberikan tunjangan ekstra bagi para guru-guru," ujar Nadiem.

Selanjutnya, terkait rehabilitasi sekolah juga Kemdikbud akan berkoordinasi dengan melibatkan Pemda, BNPB, dan Kementerian PUPR.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Cirimekar 02 Cibinong, Ci Siti Choeriah mengatakan, atap sekolah roboh terjadi 1 Januari 2020 disaat hari libur sehingga tidak ada korban jiwa.

Siti menyebutkan, meski sekolah tersebut roboh dan harus menunggu renovasi dari pemerintah, pihaknya menjamin tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Pasalnya, telah ada kesepakatan antara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor untuk memindahkan sementara KBM SDN Cirimekar 02 Cibinong ke SDN Cirimekar 01 Cibinong.

"Hari pertama kegiatan sekolah sampai pukul 11.00 WIB karena kita harus mempersiapkan untuk pindah ke SD Cirimekar 01 Cibinong. Kami akan melaksanakan KBM secara bergantian. Mereka pagi, kami siang pukul 12.00 - 16.00 WIB," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Jawa Barat Entis Sutisna menyebutkan pemerintah daerah telah menganggarkan untuk melakukan renovasi total semua gedung sekolah pada awal Januari 2020 ini.

Entis menuturkan, bangunan ini ditargetkan rampung 100 hari yang dimulai dari Maret 2020. "Pembangunan sekolah ini sudah dianggarkan dalam APBD 2020 ini," ujarnya.

Entis menuturkan, berkaca dari pengalaman pengerjaan sekolah yang tidak memenuhi standar ini. Pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan gedung sekolah baru dapat dimanfaatkan sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian PUPR.



Sumber: Suara Pembaruan