Eks Kadinkes Banten Beberkan Rp 700 Juta yang Diterima Rano Karno
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Eks Kadinkes Banten Beberkan Rp 700 Juta yang Diterima Rano Karno

Senin, 6 Januari 2020 | 15:11 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banten, Djadja Buddy Suhardja mengungkap mengenai aliran dana sebesar Rp 700 juta yang diduga diterima mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten tahun anggaran 2012.
Hal ini disampaikan Djadja saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Komisaris Utama PT Balipasific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/1/2020).

"Oh pernah (berikan uang ke Rano Karno), Pak. Karena, Pak Rano bilang sudah ke Pak Wawan. Rp 700 jutaan lah Pak," kata Djadja Buddy Suhardja dalam kesaksiannya.

Djadja mengatakan, uang ratusan juta itu diberikan kepada Rano selaku wakil gubernur Banten secara bertahap. Secara rinci, Djadja menyebut uang itu diberikan dalam lima tahap. "Sampai lima kali nggak salah. Ada saya langsung ke rumahnya dan kantornya," kata Djadja Buddy Suhardja.

Korupsi Alkes, Rano Karno Disebut Kecipratan Rp 700 Juta

Awalnya, jaksa KPK mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Djadja. Dalam BAP, Djaja mengaku menyerahkan uang kepada sejumlah orang termasuk Rano Karno. Djadja menyebut pemberian kepada Rano sebesar 0,5 persen dari nilai proyek di Dinas Kesehatan Banten. "Kalau tidak salah satu tahun bulan berbeda. Tahun 2012 katanya Pak Rano sudah ketemu Pak Wawan di Ritz Charlton," tutur Djadja Buddy Suhardja saat dikonfirmasi Jaksa.

Wawan Didakwa Rugikan Negara Rp 94,2 Miliar

Dalam BAP, Djadja menjelaskan bahwa ia beberapa kali dihubungi oleh Yadi, yang merupakan ajudan Rano Karno. Permintaan uang oleh Yadi kemudian ditindaklanjuti oleh Djadja. Dikatakan, dalam beberapa kesempatan, Djadja memberikan uang dengan masing-masing pemberian sebesar Rp 50 juta. Selain itu, terdapat pemberian sebesar Rp 150 juta dan Rp 350 juta, yang total seluruhnya lebih dari Rp 700 juta. "Iya pak (setiap pemberian dihubungi Yadi). Saya selalu bersama-sama (saat pemberian uang), sama ajudan dan sopir," tutur Djadja Buddy Suhardja.

Pemberian uang kepada Rano Karno sebelumnya tercantum dalam surat dakwaan terhadap Wawan. Dalam dakwaan itu disebutkan, Rano Karno kecipratan uang sekitar Rp 700 juta dari proyek pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2012.

Jaksa membeberkan, uang yang diterima Rano yang juga mantan Gubernur Banten tersebut berasal dari Direktur PT Java Medika, Yuni Astuti. Dalam dakwaan, Yuni merupakan salah satu rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan alat kedokteran di Provinsi Banten. Yuni diduga ikut kongkalingkong dalam proses pengerjaan proyek tersebut. Dari pengerjaan proyek tersebut, Yuni mengantongi uang sekitar Rp 61,2 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 30,4 miliar dipergunakan Yuni untuk pembelian alat kesehatan dan untuk biaya pinjaman mencapai Rp 222,8 juta. Sedangkan sisanya diberikan diberikan kepada sejumlah pihak, termasuk Rano Karno atas perintah Wawan.

Diketahui, Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten TA 2012 serta mengatur dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012.

Atas tindak pidana tersebut, Wawan didakwa menguntungkan diri sendiri orang lain dan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 94,2 miliar. Selain itu, Wawan juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Letusan Semeru Terkait dengan Curah Hujan Tinggi

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan, letusan Gunung Semeru berkaitan dengan curah hujan tinggi di sekitar puncak gunung

NASIONAL | 4 Desember 2021

YBAI Lepas Ribuan Satwa di Kawasan Wisata Gunung Anyar

Young Buddhist Association bersama Ecoton melepas ribuan jenis ikan di Wisata Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Tim Puskris Kemenkes Berikan Layanan Darurat Korban Semeru

Malam ini Tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes dari Surabaya dan DKI Jakarta bergerak memberi bantuan perawatan kepada korban erupsi Gunung Merapi

NASIONAL | 4 Desember 2021

Lebih 4.000 Balita Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Selain lebih dari 4.000 balita, sebanyak 860 ibu hamil juga terdampak erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Besok, Kepala BNPB Tinjau Hambatan Evakuasi Korban 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto berencana meninjau langsung lokasi bencana erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021).

NASIONAL | 4 Desember 2021

Evakuasi Korban Semeru, 2 Heli dan 3 Kompi TNI Dikerahkan

BNPB menyiapkan dua unit helikopter untuk kebutuhan evakuasi korban letusan Gunung Semeru serta tiga satuan setingkat kompi TNI.

NASIONAL | 4 Desember 2021

45 Warga Alami Luka Bakar Akibat Erupsi Gunung Semeru

Korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru dirujuk ke RSUD Malang dan RS Bhayangkara.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Gunung Semeru Erupsi, 8 Penambang Pasir Masih Terjebak

8 penambang pasir masih terjebak dampak Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur

NASIONAL | 4 Desember 2021

Erupsi Semeru, Polda Jatim Kirim 200 Personel ke Lumajang

Personel Polda Jatim yang diperbantukan ke Lumajang akan membantu mendirikan dapur umum dan mengevakuasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Erupsi Gunung Semeru: 1 Meninggal dan 41 Luka Bakar

Jumlah korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur adalah 1 orang meninggal dan 41 orang luka bakar.

NASIONAL | 4 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
YBAI Lepas Ribuan Satwa di Kawasan Wisata Gunung Anyar

YBAI Lepas Ribuan Satwa di Kawasan Wisata Gunung Anyar

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings