Polisi Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Ganja dari PNG

Polisi Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Ganja dari PNG
Ilustrasi ganja. ( Foto: ANTARA FOTO / Arnas Padda )
Robert Vanwi Isidorus / RSAT Senin, 6 Januari 2020 | 19:22 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Anggota Satres Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengungkap penyeludupan narkotika jenis ganja antarprovinsi bernilai ratusan juta rupiah. Seorang tersangka berinisial MB (21) berhasil ditangkap di pelabuhan laut Jayapura saat hendak menaiki Kapal Motor Dobonsolo dengan tujuan Sorong, Papua Barat, Jumat (3/1) lalu

Dari tangan MB, polisi berhasil menyita 110 paket ganja kering siap edar yang berasal dari Papua New Guinea (PNG), serta satu tiket kapal dengan tujuan Sorong Papua Barat.

Demikian dikatakan Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas didampingi Kasat Narkoba Iptu Zulkifli Sinaga dan Kasubag Humas AKP Jahja Rumra, di Mapolresta Jayapura Kota, Senin (6/1/2020) sore.

Dikatakan kasus penyelundupan narkotika jenis ganja yang dilakukan tersangka MB merupakan kasus besar di awal tahun dengan total berat barang bukti mencapai kurang lebih 3,2 kg dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

"Kalau dilihat nilai belinya harga ganja ini mencapai ratusan juta, di mana perpaketnya di pasaran seharga Rp. 1 juta, sementara di Sorong harganya akan naik," ucap Gustav.

Gustav menyebutkan dari hasil pemeriksaan MB diketahui merupakan kurir, di mana pemilik barang haram itu diduga milik rekannya berinisial HM yang berada di Sorong.

"MB ini hanya disuruh, di mana transportasi semuanya ditanggung oleh HM. MB sendirian tiba di Jayapura menggunakan pesawat dan rencananya kembali menggunakan kapal Laut dengan membawa ganja," tuturnya.

Kasat Narkoba Iptu Zulkifli Sinaga menerangkan MB dijanjikan oleh HM akan dibayarkan Rp.2 juta untuk mengambil ganja tersebut.

"Kami tangkap yang bersangkutan di pintu embarkasi penumpang naik, ketika itu tersangka tidak melakukan perlawanan sehingga kami langsung amankan ke Mapolresta untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Dikatakan atas perbuatannya itu MB dijerat Pasal 111 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.



Sumber: Suara Pembaruan