Sekolah Perguruan Cikini Bakal Direlokasi, Ini Pesan Megawati

Sekolah Perguruan Cikini Bakal Direlokasi, Ini Pesan Megawati
Megawati Soekarnoputri. ( Foto: Antara / Asprilla Dwi Adha )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Selasa, 7 Januari 2020 | 15:42 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Gedung Sekolah Perguruan Cikini (Percik) yang legendaris di kawasan Menteng, Jakarta Pusat bakal dipindahkan. Yayasan Perguruan Cikini sebagai pengelola akan menggandeng kontraktor asal Jepang untuk merolaksi bangunan bersejarah itu.

“Nanti akan ada pembangunan gedung di bekas sekolah di Jalan Cikini Raya. Sementara sekolahnya dipindah ke lokasi baru di Duren Tiga (Jakarta Selatan, red),” ujar Bendahara Umum Yayasan Percik, Amendi Nasution saat melakukan pembicaraan dengan CEO Kamarq, Naoki Wadi di Tokyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Amendi mengaku diutus oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Percik Megawati Soekarnoputri untuk mematangkan kerja sama dengan Kamarq. Teman sekelas Megawati di SMP Percik itu menjelaskan, saat ini berbagai detail kerja sama itu masih dalam proses pembahasan.

Menurut Amendi, ada pesan khusus dari Megawati terkait pembangunan gedung di bekas Sekolah Percik. “Harus ada satu ruang khusus semacam memorabilia Peristiwa Cikini,” tutur Amendi Nasution.

Peristiwa Cikini merupakan insiden penggranatan yang menyasar mantan Presiden Soekarno pada 30 November 1957. Proklamator RI itu berada di Sekolah Percik dalam rangka memenuhi undangan dari pihak yayasan pengelola.

Selain itu, Bung Karno juga sebagai wali murid karena dua anaknya, Guntur Soekarnoputra dan Megawati bersekolah di Percik. “Seingat saya ada sekitar 15 suara letusan granat,” ujar Amendi Nasution.

Untuk itu Yayasan Percik meminta sebuah tempat khusus untuk mengenang Peristiwa Cikini. “Itu pesan Bu Mega, karena nanti gedung yang lama dirubuhkan dan sekolahnya dipindahkan ke Duren Tiga,” tutur Amendi Nasution.

Mantan anggota Tim Dokter Kepresidenan itu menambahkan, lokasi Sekolah Percik saat ini sudah tak ideal lagi mengingat jalan di depan sekolah sering macet sehingga tak layak untuk lembaga pendidikan. “Jadi nanti di bekas Sekolah Percik akan dibangun semacam co-working space serta fasilitas lain yang ramah lingkungan. Masa waktu kerja samanya 30 tahun,” ucap Amendi Nasution.

Pada kesempatan sama Naoki Wada mengaku tertarik menggarap lokasi bekas Sekolah Percik karena kecintaannya pada Indonesia. Pria asal Jepang itu punya keinginan yang hanya bisa diwujudkan di Indonesia. “Saya pindah ke Indonesia pada 2008. Saya orang Jepang, tetapi saya mau berterima kasih pada Indonesia,” ucap Naoki Wada.

Naoki menambahkan bahwa Kamarq sudah menyiapkan konsep untuk Sekolah Percik. “Saya mau bikin semacam kota, tetapi basisnya pendidikan. Saya yakin ide saya itu hanya bisa diwujudkan di Indonesia,” kata Naoki Wada.



Sumber: BeritaSatu.com