Era Jokowi-JK, Ada 864 Peristiwa Pelanggaran Kebebasan Beragama

Era Jokowi-JK, Ada 864 Peristiwa Pelanggaran Kebebasan Beragama
Jemaat GKI Yasmin Bekasi dan HKBP Filadelfia Bogor mengikuti ibadah perayaan Natal di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/12). ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WBP Selasa, 7 Januari 2020 | 17:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute mencatat sebanyak 864 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) selama era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dari 864 peristiwa tersebut, 1.060 tindakan pelanggaran KBB dalam rentang waktu November 2014 sampai Oktober 2019.

"Sepanjang periode pertama pemerintahan Jokowi, terjadi rata-rata 14 peristiwa dengan sekitar 18 tindakan pelanggaran KBB setiap bulan," ujar Direktur Riset Setara Halili saat diskusi bertajuk "Kondisi dan Proyeksi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia" di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

PBNU Larang Khotbah di Masjid Singgung Tolikara

Menurut Halili, angka tindakan pelanggaran KKB selalu lebih tinggi dibandingkan peristiwanya. Pasalnya, dalam sebuah peristiwa pelanggaran, dimungkinkan terjadi lebih dari satu tindakan pelanggaran.

"Kami juga mencatat bahwa Jawa Barat dan DKI Jakarta merupakan provinsi dengan peristiwa pelanggaran KBB tertinggi, Jawa Barat 154 peristiwa pelanggaran dan DKI Jakarta terjadi 114 peristiwa pelanggaran KBB," ungkap Halili.

Soal GKI Yasmin, Wali Kota Bogor: Jadi Siapa yang Membandel?

Menyusul Jawa Timur dengan 92 peristiwa, Aceh 69 peristiwa, Jawa Tengah 59 peristiwa, Yogyakarta 38 peristiwa, Banten 36 peristiwa, Sumatera Utara 28 peristiwa, Sulawesi Selatan 31 peristiwa, dan di Sumatra Barat 19 peristiwa pelanggaran KBB.

Pelanggaran KBB tersebut, lanjut Halili didominasi aktor nonnegara, yaitu sebanyak 613 tindakan. Sedangkan angka pelanggaran oleh aktor negara tercatat 447 tindakan.

"Dalam berbagai peristiwa pelanggaran KBB yang terjadi, menempatkan individu, warga, dan umat Kristiani sebagai korban dalam ratusan peristiwa. Individu yang menjadi korban sebanyak 193 peristiwa, warga 183 peristiwa, dan umat Kristiani 136 peristiwa," pungkas Halili.

Daftar 10 Aktor Non-Negara dengan Tindakan
Pelanggaran KBB Tertinggi
1. Kelompok warga: 171
2. Ormas Keagamaan: 86
3. Majelis Ulama Indonesia (MUI): 64
4. Individu: 71
5. Front Pembela Islam (FPI): 48
6. Ormas: 24
7. Forum Umat Islam (FUI): 12
8. Perusahaan: 13
9. Tokoh Agama/Masyarakat: 13
10. Gerakan Pemuda (GP) Ansor: 8

Daftar 10 Aktor Negara dengan Tindakan Tertinggi
1. Pemerintah Daerah: 157
2. Kepolisian: 98
3. Institusi Pendidikan: 35
4. Satpol PP: 33
5. Pengadilan: 18
6. Kejaksaan: 17
7. TNI: 11
8. Kementerian Agama: 14
9. Wilayatul Hisbah: 19
10. Pemerintah Desa: 5

Daftar 10 Kelompok Korban dengan Peristiwa Tertinggi:
1. Individu: 193
2. Warga: 183
3. Umat Kristiani: 136
4. Syiah: 81
5. Ahmadiyah: 63
6. Umat Islam: 47
7. Gafatar: 45
8. Aliran Keagamaan: 44
9. Pelajar/Mahasiswa: 41
10. Aparatur Sipil Negara: 25

Gangguan atas rumah ibadah sepanjang periode pertama Presiden Jokowi:
1. Gereja: 51
2. Masjid: 27
3. Rumah Ibadah Kepercayaan: 22
4. Klenteng: 13
5. Pura: 5
6. Vihara: 1

Sumber: Hasil Riset Setara Institute



Sumber: BeritaSatu.com