Pompa Dipenuhi Sampah, Jalan Kaligawe Semarang Banjir

Pompa Dipenuhi Sampah, Jalan Kaligawe Semarang Banjir
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek sekitar jembatan tol Kaligawe Semarang, dan memastikan penyebab bawah jembatan tol tergenang banjir, Selasa malam, 7 Desembere 2020. ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / JEM Rabu, 8 Januari 2020 | 09:25 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Hujan deras di Kota Semarang, Selasa (7/1/2020) malam, membuat ruas jalan Kaligawe tepatnya di sekitar bawah jembatan tol tergenang banjir.

Ganjar Pranowo, usai kunjungan ke Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Tegal, langsung meluncur mengecek banjir tersebut.

Tiba di sekitar bawah jembatan tol Kaligawe Semarang, sambil mengenakan mantel dan sepatu boot, Ganjar langsung ngecek beberapa titik genangan air.

"Motor lewat yang lajur sana pak, mogok nanti (kalau lewat sini)," kata Ganjar yang sesekali ikut mengatur arus yang melambat.

Tempat Ganjar berdiri, genangan air mencapai betis. Namun beberapa langkah di depannya mencapai genangan air mencapai sepaha. Karena genangan tersebut kondisi lalu lintas dari Terboyo sampai Genuk pun tersendat.

Mengetahui ketinggian air itu Ganjar langsung meluncur ke arah pompa air di seberang jalan. Ternyata aliran dari pipa saluran air tidak optimal. Petugas penjaga pompa, tak ada di lokasi.

"Lho pak kok di sini," kata seorang pria yang tiba-tiba muncul dari kubangan air.

Dengan sisa kegugupannya, dia merangkak naik lalu menyalami Ganjar.

"Kalau tidak dibersihkan airnya tidak mau ngalir pak. Ini sampahnya nyumpel (menyumbat)," kata Pendi, petugas pompa, sambil menunjuk tumpukan sampah di sampingnya.

Ganjar lantas menanyakan beberapa perkara teknis pengendalian pompa air tersebut. Sambil menggigil dan harus beradu bising dengan suara pompa Pendi terus memberi penjelasan.

"Nitip ya mas biar tidak banjir," kata Ganjar.

Selain pompa air jembatan tol Kaligawe, Ganjar juga mengecek rumah pompa Sringin dan Waru. Setelah ngobrol dengan petugas penjaga, Ganjar mengatakan masih terdapat tiga pompa yang rusak sehingga tidak berfungsi dengan optimal.

"Di dekat pompa situ masih ada genangan di bawah jembatan tol, depan Sultan Agung dan sekitar Polsek Genuk. Kemarin ada dua mobil portabel ini bisa dioptimalkan," katanya.

Ganjar mengatakan jika curah hujan tidak terlalu lebat maka penanganan banjir di Semarang masih bisa dikendalikan. Namun jika tinggi intensitasnya, Ganjar mengatakan masyarakat agar bersabar karena genangannya tidak akan lebih dari satu jam.

"Ini memang harus kita kelola dengan baik karena hukum alamnya memang begitu," ujarnya. 



Sumber: Suara Pembaruan