Jadi Pimpinan Parpol, Awalnya Ditertawakan Karena Dinilai Tidak Bisa Apa-apa

Jadi Pimpinan Parpol, Awalnya Ditertawakan Karena Dinilai Tidak Bisa Apa-apa
Megawati Soerkanoputri ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / RSAT Rabu, 8 Januari 2020 | 14:17 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku selalu ditertawakan saat awal-awal menjadi seorang pimpinan partai politik.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020). Presiden Ke-5 Republik Indonesia itu menyampaikan orasi seusai dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka.

Megawati meminta kepada para mahasiswi Universitas Soka untuk berani mengambil keputusan sama halnya dengan pria. Putri Soekarno itu bercerita bagaimana awal mula menjadi seorang pimpinan partai politik.

Megawati merupakan perempuan pertama yang menjadi seorang ketua umum partai politik. "Saya selalu ditertawakan ketika waktu menjadi pimpinan partai, karena perempuan (dinilai) tidak bisa apa-apa," ujar Megawati.

Pada kesempatan itu Megawati menyampaikan pidato dengan judul "Pancasila, Kemanusiaan, dan Post Truth". Ia memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila kepada mereka. Satu di antaranya kemanusiaan yang adil dan beradab.

Menurut Megawati, perempuan juga harus memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Termasuk memiliki hak politik yang sama. Tidak hanya menjaga rumah tangga, memasak, dan menyapu.

"Tetapi saya mengatakan pada diri saya sendiri. Seorang perempuan itu berbeda dengan lelaki. Perempuan lebih pintar, lebih cerdas, dan dia bisa menjadi ibu yang mencintai anak-anaknya,. Tetapi juga ia bisa berpolitik," tutur Megawati.

Perempuan, lanjut Megawati, harus berani mengambil kesempatan dan peluang. Bahkan, tidak takut untuk terjun berpolitik. Karena langkah beraninya, dari yang ditertawakan, Megawati pun menjadi perempuan pertama menjadi presiden.

"Akibatnya saya menjadi presiden pertama perempuan. Bukan di Indonesia saja, mungkin juga di belahan Asia Tenggara. Jadi jangan malu-malu. Yang cantik-cantik harus mengucap, saya tidak akan kalah dengan laki-laki," seru Megawati memotivasi para mahasiswi.



Sumber: BeritaSatu.com