14 Riset UGM Dapat Pendaanaan dari Kementerian Keuangan

14 Riset UGM Dapat Pendaanaan dari Kementerian Keuangan
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada. ( Foto: ugm.ac.id )
Fuska Sani Evani / JEM Rabu, 8 Januari 2020 | 14:38 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih pendanaan Riset Inovatif Produktif Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (RISPRO LPDP) terbanyak dari Kementerian Keuangan yakni 14 kegiatan riset.

Sebanyak 11 tim peneliti UGM berhasil mendapatkan pendanaan riset untuk skema Kompetitif dana riset skema Kompetitif dan Invitasi Batch 2 tahun 2019. Sedangkantiga tim menerima dana skema Invitasi tema riset bidang Farmasi dan Alat Kesehatan. Total pendanaan yang diterima 14 tim tersebut mencapai Rp 13,3 miliar.

Kepala Subdirektorat Program Penelitian, Direktorat Penelitian UGM, Dr Ririn Tri Nurhayati mengatakan, pendanaan riset tersebut akan mendukung kelancaran proses penelitian sehingga bias menghasilkan prosuk riset yang lebih bermanfaat untuk industri dan masyarakat.

“Tahun ini ada 14 tim riset UGM yang lolos mendapatkan dana riset LPDP. Kami sangat mengapresiasi atas pencapaian itu,” kata Ririn saat ditemui di Kampus UGM, Selasa (7/1/2020).

Ririn menyebutkan pada pedanaan riset LPDP untuk kompetisi riset batch 2 tahun ini sebanayak 14 tim. Dibanding pada kompetisi batch 1 tahun 2019 lalu, hanya dua tim yang lolos mendapatkan pendanaan.

“Dari sisi kuantitas, pada batch 2 ini jumlahnya cukup banyak, termasuk paling banyak meloloskan tim dibanding kampus lain,” paparnya.

Dari dana riset inovatif inovatif produktif dari kementerian keungan ini menurut Ririn, sebanyak tiga tim mendapat pendanaan yang cukup besar yakni rata-rata Rp 2 milyar untuk kategori skema invitasi riset bidang farmasi dan kesehatan. Padahal untuk mendapatkan pendanaan tersebut, tidaklah mudah. Menurut ririn, beberapa persyaratan yang dipenuhi adalah riset tersebut sudah memiliki mitra dengan industri, sudah menggunakan teknologi yang lebih maju dan siap hilirisasi. “Intinya sudah siap dihilirisasi,” paparnya.

Ririn menyebutkan beberapa penelitian yang mendapat dana riset untuk skema invitasi yakni riset pengembangan kapsul fraksi aktif daun awar-awar sebagai produk anti kanker payudara, pengembangan perangkat deteksi cepat retinopati diabetika dan kebutaan lewat teleoftalmologi, dan riset soal deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak lewat metode elektrokardiografi yag diintegrasikan pada program skrining tahunan Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah.

Besarnya jumlah hasil peneliti yang mendapat pendanaan riset ini menurut Ririn tidak lepas dari upaya direktorat penelitian UGM untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada para peneliti serta pemberian insentif agar para dosen lebih produktif menghasilkan penelitian.

“Kita selalu kawal proses penelitian mereka. Selain itu kita juga selalu memberikan informasi, sosialisasi, lalu kita kumpulkan peneliti dengan memberikan pelatihan, ternyata banyak juga dosen muda yang berminat,” katanya.

Seperti diketahui, Bantuan Dana RISPRO LPDP merupakan suatu program pendanaan riset yang bersifat multidisiplin dan dilaksanakan dalam tahun jamak (multiyears) yang ditujukan untuk mendorong inovasi produk riset dan mengarah pada komersialisasi dan implementasi luaran riset sehingga diharapkan bermanfaat langsung bagi masyarakat dan kepentingan bangsa. 



Sumber: Suara Pembaruan