Pemprov Banten Fokus Layani Kebutuhan Dasar Para Korban Banjir

Pemprov Banten Fokus Layani Kebutuhan Dasar Para Korban Banjir
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan pascabanjir di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020. ( Foto: Istimewa )
Laurens Dami / JEM Rabu, 8 Januari 2020 | 14:48 WIB

Serang, Beritasatu.com - Rapat koordinasi (rakor) penanangan pascabanjir di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat telah dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK) di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan akan fokus untuk menangani korban banjir khususnya di Kabupaten Lebak, dengan memastikan pelayanan dasar para korban banjir terpenuhi.

"Kebutuhan tempat tinggal sementara, pangan, kesehatan dan pendidikan adalah hal yang mendasar. Itu dulu yang kita fokuskan bisa diterima oleh para korban," ujar Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy setelah rapat koordinasi di Kantor Kemko PMK, di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Andika menjelaskan, khusus di Kabupaten Lebak sampai H+6 banjir bandang tercatat sebanyak 1.310 rumah warga yang rusak sehingga tidak bisa ditinggali lagi oleh pemiliknya.

"Mereka inilah yang jadi sasaran pelayanan dasar kami di tenda-tenda pengungsian," ujarnya.

Andika mengatakan, masih ada sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak yang terisolir akibat banjir bandang 1 Januari lalu.

“Kami (Pemprov Banten) bersama pemerintah pusat, Pemkab Lebak, TNI, Polri, Basarnas, PMI dan unsur relawan kini masih tengah melakukan proses evakuasi terhadap mereka. Sambil mengevakuasi, kita pastikan juga logistik terdistribusikan kepada mereka yang menunggu giliran untuk dievakuasi," ujarnya.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah menteri. Diantaranya Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmavati. Selain itu juga hadir Kepala BPPT Hammam Riza, Kepala BMKG Dwikorita, Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, perwakilan TNI, dan perwakilan dari BNPB. Hadir pula dari pemerintah seperti Gubernur DKI Jakarta dan BPBD daerah di Indonesia yang saat ini mengalami bencana banjir dan longsor.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, banjir menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, fasilitas sosial, dan perumahan warga.

"Berdasarkan data kerusakan fasum, fasos dan perumahan, Kabupaten Lebak merupakan daerah dengan kerusakan infrastruktur terbanyak, disusul Kabupaten Bogor," katanya.

Muhadjir mengatakan berdasarkan data BNPB, banjir dan longsor berdampak pada 293 kelurahan dan 74 kecamatan. Sebanyak 35.502 warga mengungsi, dan 67 orang meninggal dunia.

Ia juga menyebut sebanyak 12 kabupaten/kota telah menetapkan status tanggap darurat yaitu dari Provinsi Jawa Barat dan Banten.



Sumber: Suara Pembaruan