Polisi Ringkus Pemasok 250 Kg Ganja di Sumut

Polisi Ringkus Pemasok 250 Kg Ganja di Sumut
Polres Padang Sidempuan menyita 250 kg ganja dari dua tersangka narkoba. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Kamis, 9 Januari 2020 | 13:01 WIB

 

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort (Polres) Padang Sidempuan meringkus dua tersangka sindikat ganja, yang salah satunya terpaksa ditembak polisi di Lapangan Satu Simarsayang, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Sumatera Utara (Sumut).

"Dalam penangkapan ini, kami menyita barang bukti 250 kilogram (kg) ganja dari bak truk dengan No Pol B 9806 TYT. Barang bukti ini dikemas dalam 250 bal yang dimasukkan di dalam 7 karung," ujar Kapolres Padang Sidempuan, AKBP Hilman Wijaya, Kamis (9/1/2020).

Hilman memaparkan, identitas kedua tersangka narkoba yang ditangkap itu adalah Adi Syahputra (25) dan Pandapotan Rangkuti (43), keduanya warga Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Adi Syahputra terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha kabur.

"Pengungkapan kasus narkoba ini berkat kerjasama dengan masyarakat. Saya langsung memerintahkan anggota untuk menindaklanjuti informasi masyarakat. Truk yang disebutkan datang dari Kabupaten Madina. Ganja itu mau diedarkan di Padang Sidempuan," katanya.

Berdasarkan informasi itu, sambung Hilman, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Tidak lama kemudian, truk itu melintas dan petugas langsung melakukan penyetopan. Kedua tersangka tidak berkutik saat petugas menemukan ganja dari angkutan barang tersebut.

"Ketika petugas melakukan penggeledahan, tersangka Adi Syahputra berusaha melarikan diri. Petugas kita dengan sigap melakukan pengejaran sambil melepaskan tembakan peringatan ke udara. Anggota kita langsung mengambil tindakan terukur dengan menembak kaki kanannya," jelasnya.

Dalam pemeriksaan, Adi dan Pandapotan mengaku sebagai kurir. Adi dijanjikan akan diberikan upah Rp 10 juta dan Pandapotan dijanjikan Rp 20 juta. barang haram ini diterima mereka dari salah seorang bandar di Simpang Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina.

"Kami tidak mengetahui berapa banyak ganja yang dibawa. Bandar yang menyuruh kami itu untuk mengantar ganja ke Padang Sidempuan. Kami tidak mengetahui barang terlarang ini mau diantar kepada siapa. Namun, kami hanya diarahkan melalui telepon genggam," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan