Jateng Kirim Alat Berat Atasi Banjir Grobogan

Jateng Kirim Alat Berat Atasi Banjir Grobogan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) berbincang dengan Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat meninjau penanggulangan banjir di Kabupaten Grobogan yang diakibatkan jebolnya tanggul Bendungan Glapan, Kamis, 9 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / JAS Kamis, 9 Januari 2020 | 15:21 WIB

Grobogan, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan alat berat dikerahkan hari ini, Kamis (9/1/2020) untuk mengatasi jebolnya Bendungan Glapan, Gubug, Kabupaten Grobogan. Jebolnya bendungan tersebut jadi penyebab utama beberapa daerah di Grobogan diterjang banjir sejak Rabu (8/1/2020) sore.

"Alat berat datang hari ini untuk penanggulangan darurat," kata Ganjar saat meninjau di Desa Glapan, Gubug, Grobogan.

Alat berat yang bakal dikirim Dinas PSDA dan Balai Besar Wilayah Sungai adalah ekskavator atau backhoe untuk pengerukan dan pemerataan tanggul jebol sebelum dibangun tanggul darurat. Serta beberapa truk untuk pengiriman material tanggul.

Untuk penanganan permanen, Ganjar menjelaskan telah dianggarkan sebesar Rp 80 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan tanggul bendungan dan sungai.

"Kita terus koordinasi dengan Pemkab Grobogan, bahkan sampai dini hari. Balai Besar Wilayah Sungai tahun depan akan mengerjakan yang permanen," katanya.

Banjir di Grobogan menerjang setidaknya tujuh kecamatan, yakni Penawangan, Karangrayung, Godong, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, dan Tegowanu. Selain jebolnya bendungan Glapan, penyebab banjir dikarenakan meluapnya Sungai Tuntang yang membelah wilayah Grobogan.

"Alhamdulillah pagi ini sudah surut. Untuk bantuan logistik masih bisa diatasi Pemkab Grobogan. Untuk menangani yang rumah-rumah rusak jika Pemkab anggarannya kurang Pemprov sudah siap mengucurkan," kata Ganjar.

Meski banjir sudah berangsur surut, namun di sejumlah wilayah masih tergenang air. Di beberapa titik saat meninjau, Ganjar tampak berbincang dengan warga. Titik pertama yang ditinjau Ganjar adalah posko bencana di kantor kecamatan Gubug, yang menyediakan bantuan logistik dan pemetaan banjir. Tinjauan Ganjar berlanjut ke Desa Jeketro, Glapan, dan Kwaron.

Bambang Sukotjo, Kepala Desa Glapan Kecamatan Gubug mengatakan bendungan tersebut jebol menjelang malam setelah diterjang hujan tanpa henti dari siang hari. Imbasnya ratusan rumah warganya tergenang dan sebagian bahkan ada yang roboh.

"Kalau hari ini alat beratnya datang ya kami bersyukur. Alhamdulillah warga saling membantu, yang rumahnya roboh juga langsung mengungsi ke tetangga. Terimakasih Pemkab dan Pemprov langsung bergerak," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan