Plt Gubernur Kepri Surati Presiden Minta Percepatan Pembangunan Depo Minyak

Plt Gubernur Kepri Surati Presiden Minta Percepatan Pembangunan Depo Minyak
Plt Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto (paling kanan) ( Foto: kepriprov.go.id / istimewa )
/ YS Jumat, 10 Januari 2020 | 12:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan depo minyak di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Proyek pembangunan depo minyak itu sudah tertunda sejak 2012.

Dalam suratnya kepada Presiden tertanggal 7 Januari 2020, Isdianto menyampaikan, pembangunan depo minyak di kawasan Westpoint Maritime Industrial Park itu akan mendorong terciptanya lapangan kerja serta memberikan dampak positif bagi perekonomian di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.

“Kami berharap pembangunan depo minyak yang tertunda tersebut dapat segera direalisasikan,” kata dia seperti keterangan tertulis yang diterima Beritasatu di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dalam suratnya ia menjelaskan, pihak perusahaan juga telah memperoleh izin-izin sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku dan merupakan salah satu Kawasan langsung Investasi Konstruksi (KLIK) yang telah ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Seperti diketahui, pembangunan depo minyak itu menelan biaya senilai US$ 841 juta atau sekitar Rp 11,77 triliun. Pemilik proyek pembangunan depo minyak adalah PT West Point Terminal (WPT), perusahaan patungan antara PT Mas Capital Trust dan Sinomart KTS Development Limited. Sinomart yang menguasai 95% saham di WPT, merupakan anak usaha dari Sinopec, perusahaan BUMN asal Tiongkok.

Kepercayaan Investor
Isdianto berharap, dengan percepatan pembangunan depo minyak di Batam dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Batam dan akan menarik investor global lainnya. Apalagi Batam adalah salah satu parameter investasi di Indonesia.

“Realisasi pembangunan depo minyak milik investor seperti Sinopec dari Tiongkok itu akan berdampak luas terhadap minat investor lainnya. Kami minta Sinopec segera untuk membangun Depo minyak yg terlantar sejak 2012 " tegas Isdianto.

Sementara itu, Sekretaris Percepatan Investasi Pemerintah Daerah Kepri Syamsul Bahrum membenarkan adanya surat yang dikirimkan Gubernur Kepri kepada Presiden Jokowi itu.

Menurut dia, surat terkait permintaan dukungan pemerintah pusat itu merupakan bagian dari upaya Pemprov Kepri untuk menyelesaikan proyek-proyek investasi yang mangkrak.

Pemprov Kepri berharap dukungan presiden dan pemerintah pusat akan mendorong investor seperti Sinopec untuk segera menjalankan rencana investasinya. Apalagi posisi Batam sebagai salah satu wilayah tujuan investasi dan parameter keberhasilan investasi di Indonesia.

"Dukungan Presiden Jokowi sangat penting mengingat investasi ini juga melibatkan investor asing. Berkembangnya investasi di Batam tentu juga akan sangat positif bagi ekonomi nasional," ujarnya.



Sumber: PR/Suara Pembaruan