Kesulitan Tangkap Egianus Kogoya, Kapolda: Mereka Gunakan Tameng Penduduk

Kesulitan Tangkap Egianus Kogoya, Kapolda: Mereka Gunakan Tameng Penduduk
Egianus Kogoya paling kanan (celana pendek loreng). ( Foto: istimewa )
Farouk Arnaz / CAH Senin, 13 Januari 2020 | 13:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat keamanan masih kesulitan membekuk Egianus Kogoya yang diduga sebagai otak pembantaian belasan karyawan PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, 2 Desember 2018 silam.

Akibatnya Egianus yang licin bak belut itu terus berulah dan menebarkan teror. Terbaru, mereka memberondong anggota Brimob Polda Papua yang sedang kerja bakti di Bandara Distrik Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/12/2020) kemarin.

Setahun Berlalu, Otak Pembantaian Karyawan Istaka Masih Buron

Mengapa begitu sulit menangkap Egianus dan kelompoknya? “Mereka ini hanya sekitar 20-30 orang (dengan senjata). Tapi sering menggunakan tameng hidup. Mama-mama, anak-anak, dan orang tua saat kami akan melakukan penegakan hukum dengan tegas,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat dihubungi Beritasatu.com Senin (13/1/2020).

Kembali Berulah, Egianus Kogoya Dikejar Hidup atau Mati

Selain itu mereka juga bergerilya masuk dan keluar hutan. Lebat dan beratnya medan alam di Papua membuat aparat kerap kesulitan mengejar mereka.

Seperti diberitakan Egianus Cs memberondong anggota Brimob Polda Papua hingga Bharatu Luki Darmadi menjadi korban . Pahanya tertembus peluru dan kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika.



Sumber: BeritaSatu.com