Zuraidah Berencana Menikah dengan Salah Satu Eksekutor

Zuraidah Berencana Menikah dengan Salah Satu Eksekutor
Zuraidah Hanum, istri kedua hakim Jamaluddin. ( Foto: istimewa )
Arnold H Sianturi / YUD Senin, 13 Januari 2020 | 20:38 WIB

Medan, Beritasatu.com - Dalang pembunuhan hakim Jamaluddin yang tidak lain adalah istri keduanya, Zuraidah Hanum menjanjikan uang sebesar Rp 100 juta plus berangkat umrah terhadap dua eksekutor, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi. Bahkan, Zuraidah dan Zuraidah sudah memiliki rencana untuk menikah.

Kedua eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin ini merupakan bersaudara. Jefri Pratama merupakan calon legislatif dari Partai Hanura yang gagal masuk DPRD Medan, saat pemilu legislatif (Pileg) 2019.

Imbalan uang dan berangkat umrah itu terungkap saat polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin di The Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, Medan, Senin (13/1/2020).

Lokasi itu merupakan salah satu tempat pertemuan perencanaan pembunuhan. Pertemuan itu dilakukan 25 November 2019, persisnya empat hari sebelum hakim Jamaluddin ditemukan tewas di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/11/2019) sore.

Dalam pertemuan itu, Zuraidah bersama Jefri dan adiknya tersebut, mematangkan rencana pembunuhan. Saat itu, Jefri menyampaikan kepada Reza bahwa Zuraidah mempunyai masalah dengan suaminya, yang disebutkan berselingkuh dan suka main perempuan.

"Suaminya selama ini suka main perempuan, suka marah-marah sama keluarga Kak Hanum, dan suaminya merendahkan keluarga Kak Hanum. Kak Hanum tidak bisa bercerai dengan suaminya di pengadilan. Dia mau suaminya dibunuh,” kata petugas membacakan ucapan JP.

Saat itu, Zuraidah menjanjikan uang sebesar Rp 100 juta. Namun, Reza kembali menanyakan keseriusan kekasih abangnya itu untuk menghabisi suaminya. Zuraidah mengaku sudah memiliki tekad yang bulat untuk membunuh suaminya. Setelah pembunuhan selesai, Zuraidah juga menjanjikan berangkat umrah.

"Saya tidak ada menjanjikan memberikan uang Rp 100 juta. Namun, uang sebesar itu mau digunakan untuk berangkat umrah bersama ibu mereka. Rencana berangkat umrah 4 orang yakni, Zuraidah, Jefri, Reza dan ibu kedua eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin.

Sementara itu, Jefri menyampaikan bahwa imbalan Rp 100 juta tidak termasuk biaya untuk berangkat umrah. Namun, karena Reza menolak ikut berangkat umrah, ibu mereka yang menggantikan untuk berangkat. Namun, rencana itu batal setelah polisi mengungkap kasus pembunuhan itu.



Sumber: Suara Pembaruan