Romy Sebut Tokoh NU Titipkan Haris Hasanuddin untuk Jadi Kanwil Kemag
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Romy Sebut Tokoh NU Titipkan Haris Hasanuddin untuk Jadi Kanwil Kemag

Senin, 13 Januari 2020 | 21:58 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romy menyeret nama tokoh Nahdhatul Ulama (NU) dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemag) yang menjeratnya sebagai terdakwa.

Dalam Nota Pembelaan atau Pleidoi yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/1/2020), Romy menyebut Haris Hasanuddin merupakan orang titipan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur, Kiai Asep Saifuddin Chalim. Haris Hasanuddin telah menjadi terpidana lantaran terbukti menyuap Romy terkait proses seleksi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemag) Jatim.

"Kiai Asep mempromosikan Haris sebagai santrinya dan menitipkan Haris sebagai Kakanwil (Kemenag Jatim)," kata Romy.
Romy mengklaim, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga sudah mengamini bahwa Kiai Asep menitipkan Haris Hasanuddin untuk menjabat Kakanwil Kemag Jatim. Khofifah mengungkapkan adanya titipan dari Kiai Asep terkait jabatan untuk Haris Hasanuddin saat bersaksi untuk Romahurmuziy pada Rabu, 11 Desember 2019.

"Khofifah selaku Gubernur (Jatim) terpilih mengonfirmasi Haris sebagai titipan Kiai Asep," kata Romy.

Untuk itu, Romy menyayangkan fakta hukum tersebut tidak menjadi pertimbangan Jaksa KPK saat menjatuhkan tuntutan terhadapnya. Menurut Romy, Jaksa KPK justru menutupi sejumlah fakta tersebut dan malah menambahkan fakta lainnya.
"Sebagaimana dalam eksepsi pribadi saya, penuntut umum sengaja menutupi dan menambah sejumlah fakta," katanya.

Diketahui, Jaksa menuntut Romy untuk dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan. Jaksa meyakini Romy, sapaan Romahurmuziy terbukti bersalah menerima suap dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Jawa Timur (Kakanwil Kemag Jatim), Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi. Suap ini diberikan lantaran Romy telah membantu Haris dan Muafaq dalam proses seleksi jabatan di lingkungan Kemag yang diikuti keduanya.

Tak hanya pidana penjara, Jaksa juga menuntut Romy dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih sebagai pejabat publik selama 5 tahun usai menjalani pidana pokok. Selain itu, Jaksa menuntut Romy dijatuhi pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 46,4 juta. Romy diberi tenggat waktu selama sebulan untuk membayar uang pengganti setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Jika dalam jangka waktu tersebut Romi tidak dapat membayarkan uang pengganti, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan jika harta benda Romi tidak mencukupi, maka akan diganti dengan hukuman satu tahun penjara.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, Jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai perbuatan Romy tidak mendukung pemerintah dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Romi juga dianggap tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama di persidangan.

Dalam analisis yuridisnya, Jaksa berkeyakinan, Romy terbukti melakukan tindak pidana dalam keadaan sehat dan jasmani. Perbuatan dan sikap Romy juga dianggap memiliki hubungan yang jelas menerima hadiah atau janji karena kekuasaan atau ada hubungannya dengan jabatan.

Romy diyakini Jaksa menerima uang dari Haris Hasanuddin sebesar Rp255 juta dan dari Muafaq sebesar Rp91,4 juta.
Jaksa berkesimpulan Romy menggunakan pengaruh politiknya untuk melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. Romy juga dinilai telah menggunakan kewenangan yang ada padanya untuk mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 20 September 2021

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pelabuhanratu

Tim SAR gabungan bersiaga dan melanjutkan pencarian korban tenggelam kecelakaan laut di Pantai Kebonkalapa Citepus, Pelabuhanratu, Sukabumi.

NASIONAL | 20 September 2021

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021

Mulai 25 September, Denpasar Terapkan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata

Polrestra Denpasar akan menerapkan peraturan lalu lintas berupa penyekatan ganjil genap bagi kendaraan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) mulai 25 September 2021.

NASIONAL | 19 September 2021

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

NASIONAL | 19 September 2021

BNPT: Sikap Intoleran Sebabkan Bencana, Hargai Perbedaan

Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sikap intoleran terhadap agama dapat menyebabkan bencana sehingga mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan

NASIONAL | 19 September 2021

Ini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon Soal Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte menuliskan surat terbuka terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Muhammad Kace. Ini isi lengkap surat tersebut.

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Presiden Uganda Sambut Inisiatif Kerja Sama Bilateral

Presiden Uganda Sambut Inisiatif Kerja Sama Bilateral

DUNIA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings