Selain Curah Hujan Tinggi

Banjir Jabodetabek Dipengaruhi Rusaknya Ekosistem di Wilayah Hulu

Banjir Jabodetabek Dipengaruhi Rusaknya Ekosistem di Wilayah Hulu
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Kunjungan tersebut untuk memastikan semua petugas pintu air tetap siaga mengawasi tinggi muka air, termasuk dengan kesiapan dari perlengkapan dan peralatan di lokasi. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Yeremia Sukoyo / FER Selasa, 14 Januari 2020 | 16:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, menilai, banjir besar yang terjadi di kawasan Jabodetabek pada awal tahun 2020 selain karena tingginya curah hujan, juga terjadi karena kerusakan ekosistem di bagian hulu, yakni kawasan Bogor dan sekitarnya.

Solusi Banjir Jabodetabek: Lebarkan Sungai

"Kerusakan ekosistem di bagian hulu itu betul-betul luar biasa. Bukan lagi longsor kalau saya sudah katakan adalah meleleh, karena sebagian besar bukit-bukit itu itu sudah seperti es krim," kata Doni Monardo, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dikatakan Doni, dirinya sudah mendapatkan penjelasan dari para pejabat di daerah hulu, bahwa banyak lahan yang dulunya adalah Hak Guna Usaha (HGU), kemudian setelah belasan tahun terlantar dan kini digarap masyarakat.

"Pohon yang ada di tebang diganti dengan jenis tanaman semusim sayuran pohon yang tadinya besar akarnya itu mati busuk. Kemudian mendapatkan curah hujan yang tinggi, akhirnya tidak mampu menampung," ujar Doni Monardo.

Daerah Rawan Bencana Diminta Tetapkan Status Siaga Darurat

Menurut Doni, kawasan yang dulunya HGU tersebut tidak begitu jauh dari ibu kota Jakarta dan cukup banyak tersebar dan berubah fungsi lahan. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, maka kedepannya jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi maka kerusakan yang ditimbulkan akan semakin parah.

"Kebetulan kemarin kami sudah berkunjung saya laporkan pak Presiden solusi jangka pendek dengan memperbanyak tanaman vegetasi dan endemik bernilai ekonomi tinggi seperti tanaman Porang. Kami juga sudah mendapatkan banyak masukan dari para pakar," tandas Doni Monardo.



Sumber: Suara Pembaruan