Dampak Banjir, 519 Hektare Sawah di Banten Gagal Panen

Dampak Banjir, 519 Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
Sawah terendam banjir. ( Foto: ANTARA FOTO )
Laurens Dami / FER Selasa, 14 Januari 2020 | 22:59 WIB

Serang, Beritasatu.com - Banjir bandang yang menerjang sejumlah daerah di wilayah Provinsi Banten mengakibatkan 519 hektare (ha) sawah terkena puso. Bahkan sebagian diantaranya rusak total akibat tersapu banjir bandang.

Sawah yang terkena puso tersebut tersebar di Kabupaten Lebak seluas 480 hektare, Kabupaten Serang seluas 32 hekter dan Kabupaten Tangerang seluas 7 hektare.

"Sawah yang terkena banjir yakni Kabupaten Lebak seluas 890 ha, Kabupaten Pandeglang seluas 76 ha, Kabupaten Serang 165 ha, Kabupaten Tangerang seluas 9 ha dan Kota Cilegon seluas 3 ha. Namun yang terkena puso hanya terjadi di tiga kabupaten yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak yang paling parah,” ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, kepada Suara Pembaruan, Selasa (14/1/2020).

Agus menjelaskan dari 480 hektare luas sawah yang terkena puso di Kabupaten Lebak, ada sebagian yang mengalami rusak parah karena tersapu banjir bandang.

"Untuk memulihkan sawah yang rusak total tersebut dibutuhkan waktu selama 3 bulan. Namun, kendati ratusan hektare sawah terkena puso, tidak akan berdampak terhadap ketahanan pangan di Banten. Sejauh ini, stok pangan di Banten tetap aman,” ujarnya.

Lebih jauh, Agus menjelaskan, banjir bandang di Banten tidak hanya berdampak terhadap sub sektor tanaman pangan (padi) tetapi juga sub sektor hortikultura, perkebunan dan sub sektor peternakan.

"Untuk sub sektor hortikultura berupa cabai, pisang, rambutan, mangga dan durian. Menurut catatan kami, ada sekitar 1 ha cabai yang rusak. Pisang sebanyak 5.595 pohon, rambutan sebanyak 850 pohon, mangga sebanyak 65 pohon dan durian sebanyak 95 pohon. Semuanya nanti akan dihitung kerugiannya dalam nilai uang,” ujar Agus.

Agus menyatakan, untuk sub sektor perkebunan, tanaman yang rusak yakni kelapa sebanyak 290 pohon, cengkeh sebanyak 6.045 pohon dan tanaman kakao sebanyak 5.500 pohon.

"Untuk sub sektor peternakan yakni kerbau sebanyak 117 ekor, kambing 880 ekor dan domba sebanyak 1.130 ekor. Jadi, kehilangan/kematian ternak akibat banjir bandang, semuanya didata dan dikonversi dengan nilai uang," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan