Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif, KPK Periksa Wakadiv Waskita Karya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif, KPK Periksa Wakadiv Waskita Karya

Rabu, 15 Januari 2020 | 12:56 WIB
Oleh : Fana Suparman / RSAT

Jakarta Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Wakil Kepala Divisi II (Wakadiv II) PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Fakih Usman, Rabu (15/1/2020). Fakih akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif dalam 14 proyek yang digarap PT Waskita Karya untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

"Fakih Usman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Fathor Rachman)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi. Tak hanya Fakih Usman, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa delapan pegawai Waskita Karya lainnya.

Mereka yang dijadwalkan diperiksa penyidik hari ini, di antaranya Benny Panjaitan, Julizar, Imam Bukhori, Pius, Ferie, Muhammad Rasyid Ridho, Moyo alias Sudarmoyo dan Tika. Delapan pegawai Waskita Karya ini diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Fathor Rachman. "Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR," kata Ali.

KPK belakangan ini nampak getol mengusut kasus dugaan korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 186 miliar tersebut. Sejumlah karyawan dan mantan karyawan PT Waskita Karya yang disinyalir mengetahui sengkarut kasus ini bergiliran dipanggil dan diperiksa penyidik.

Pada Senin, 28 Oktober 2019 lalu misalnya, tim penyidik akan memeriksa Dirut PT Jasa Marga, Dessi Arryani dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Diduga pemeriksaan terhadap Desi ini untuk mendalami sejumlah dokumen penting terkait proyek-proyek yang digarap Waskita Karya. Sejumlah dokumen tersebut disita tim penyidik saat menggeledah rumah Desi pada 11 Februari 2019 lalu.

Selain rumah Desi, tim penyidik saat itu juga menggeledah dua rumah yang berada di kawasan Makasar, Jakarta Timur milik pensiunan PNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera). Namun, Desi mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dengan alasan sedang dinas. KPK memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Desi yang juga mantan Direktur Operasi I PT Waskita Karya tersebut.

Dalam kasus ini, Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Atas tindak pidana ini, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 186 miliar. Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dampak Banjir Lebak, 1.649 Rumah Warga Hanyut

Bencana itu juga mengakibatkan 1.110 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 309 rumah rusak ringan.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Nikmatnya Menyeruput Kopi di Atas Bukit

Jika belum minum kopi, maka akan susah keluar ide-ide segar dan gagasan hebat.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Tiongkok Sengaja Pancing Indonesia Kerahkan Kapal Perang

Diingatkan, langkah Tiongkok yang menambah keberadaan kapal nelayan dan coast guard diduga kuat memang sebagai salah satu bentuk pengalihan perhatian.

NASIONAL | 15 Januari 2020

KPK Pastikan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Hadiri Sidang Etik DKPP

"Wahyu setiawan kita izin untuk hadir sidang DKPP sesuai permintaan DKPP," kata Firli.

NASIONAL | 15 Januari 2020

KPK Tengah Selidiki Puluhan Dugaan Korupsi

"Kami sampaikan juga kasus-kasus case building tersebut juga sebenarnya kita banyak," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Alokasi Dana Desa Sulut Capai RP 1,24 Triliun

Ketika program dana desa bergulir yang dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah, jumlah desa paling miskin menyusut menjadi 12 desa.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Pemkab Akan Kurangi Kapal Wisata di Raja Ampat

"Kapal wisata juga harus menggunakan pemandu wisata lokal saat melakukan perjalanan di seluruh destinasi wisata Raja Ampat, jika tidak akan diberikan sanksi."

NASIONAL | 15 Januari 2020

Istana Apresiasi Penetapan Lima Tersangka Kasus Jiwasraya

Presiden Jokowi senantiasa berpedoman bahwa hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya karena Republik Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Yogyakarta Waspadai Talut Rawan Longsor

“Jika terjadi hujan lebat, maka sebaiknya warga tidak berada di sekitar talut yang rawan longsor. Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi korban jiwa."

NASIONAL | 15 Januari 2020

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditangkap, Aktivitas Dihentikan

Polisi juga telah memperoleh bukti-bukti dokumen palsu kartu-kartu yang dicetak oleh tersangka untuk melakukan perekrutan anggota Keraton Agung Sejagat.

NASIONAL | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS