Dua Desa Masih Terisolir, Masa Tanggap Bencana Bogor Diperpanjang

Dua Desa Masih Terisolir, Masa Tanggap Bencana Bogor Diperpanjang
Warga korban tanah longsor mengevakuasi barangnya di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari untuk tiga korban banjir bandang dan tanah longsor di kawasan tersebut. ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Vento Saudale / FMB Rabu, 15 Januari 2020 | 14:57 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Masa Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Bogor diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan. Pasalnya, masih ada dua desa lagi di Kecamatan Sukajaya yakni Desa Cileuksa dan Desa Cisarua, yang masih belum bisa diakses secara normal oleh kendaraan.

"Kami putuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana. Berapa lamanya tergantung hasil pendataan tim di lokasi bencana," kata Bupati Ade Yasin kepada wartawan.

Menurutnya, penambahan waktu ini karena akses jalan di sejumlah wilayah masih tertimbun material longsor. Seperti akses ke Desa Cisarua dan Cileuksa.

Ade berharap, bantuan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus bekerja di Kabupaten Bogor hingga seluruh akses jalan terbuka dan aman dilalui.

"Kita perlu alat berat itu untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor. Saat ini masih ada dua desa masih terisolir. Dua hari ke depan kita akan tentukan berapa lama tanggap darurat ini akan ditambah," ungkapnya.

Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen Novi Helmy Prasetya mengungkapkan, akses jalan dari Kantor Desa Pasir Madang menuju Desa Cileuksa masih tertimbun tanah sepanjang tiga kilometer. Lebih kurang ada 10 titik longsoran yang perlu dievakuasi.

"Itu kumpulan dari beberapa titik. Kita identifikasi masih ada 10 titik jalan di sana tertimbun longsor. Kalau jalan kaki perlu waktu sekitar 4-5 jam," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com