Oknum Polisi Terlibat Penjualan Satwa Dilindungi

Oknum Polisi Terlibat Penjualan Satwa Dilindungi
Petugas mengamankan pelaku penjualan satwa dilindungi. (Foto: Beritatasatu Photo / Arnold Sianturi)
Arnold H Sianturi / WBP Rabu, 15 Januari 2020 | 15:32 WIB

Medan, Beritasatu.com - Polda Sumut bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menangkap tiga pelaku penjualan satwa dilindungi yang melibatkan oknum polisi. Aparat penegak hukum mengamankan empat ekor satwa dilindungi yakni burung Kakatua jambul kuning, tiga ekor burung Nuri Timur dan seekor Beruang Madu.

"Tiga orang yang diduga pelaku yakni Irvan Rizky alias Irvan Badau, Pahlevi Husinsyah (oknum polisi) dan Luis Pratama. Satwa dilindungi ini mau dijual," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja melalui siaran persnya, Rabu (15/1/2020).

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Bayi Singa Afrika

Tatan mengatakan, Polda Sumut didampingi BBKSDA mengamankan burung kakatua dan nuri dari rumah Irvan di Rorinata Residence, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Dalam pengembangan, polisi mengamankan Pahlevi.

"Kemudian, petugas melakukan penggeledahan di rumah Luis Pratama di Jalan Sampul Sei Putih Baru, Kecamatan Medan Petisah Medan. Petugas kita mengamankan seekor Beruang Madu. Hewan ini diperoleh dari pemburu di daerah Pekanbaru dan hendak dijual dengan harga Rp 15 juta ke Irvan Rizky," kata Tatan Dirsan Atmaja.

Polisi Bangka Barat Cegah Keluar-Masuk Satwa Dilindungi

Menurutnya, ketiga pelaku akan dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf d dengan ancaman pidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000, sesuai dengan Pasal 40 ayat (2) Undang - Undang Negara RI Nomor 05 Tahun 1990, tentang Konsevasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.



Sumber: Suara Pembaruan