Banjir Lebak, 4 Lokasi Penambangan Emas Ilegal Disegel

Banjir Lebak, 4 Lokasi Penambangan Emas Ilegal Disegel
Ilustrasi tambang emas ilegal. ( Foto: ANTARA FOTO )
Farouk Arnaz / FER Kamis, 16 Januari 2020 | 18:57 WIB

Jakarta,Beritasatu.com - Satuan tugas (Satgas) penambang emas tanpa izin (Peti) yang bekerja menyelidiki banjir bandang dan longsor di Sajira, Kabupaten Lebak, Banten yang terjadi pada 1 Januari 2020, mulai melakukan penyegelan.

Lokasi Pascabencana Lebak Ditanami Vetiver

"Sekitar 4 lokasi penambangan emas ilegal dilakukan penutupan sementara atau police line karena di duga tidak memiliki izin dari pemerintah daerah," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi, saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (16/1/2020).

Tak hanya itu, Edy menambahkan, dalam penanganan penambangan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ini, ada lima orang saksi yang diperiksa Ditkrimsus Polda Banten.

"Juga ada koordinasi antar instansi. Pemkab Lebak, Pemprov Banten, TNI dan Polri untuk membahas upaya bersama dalam rangka pascabencana serta melakukan pendataan lokasi tambang oleh dinas terkait," tandas Edy Sumardi.

Tanggap Darurat Diperpanjang, Pemkab Lebak Siapkan Huntara

Seperti diberitakan, tim gabungan ke Lebak sejak Rabu pekan lalu. Ada Satgas Bareskrim yang bergabung dengan tim Polda Banten, Polda Jabar, dan instansi terkait. Bareskrim turun tangan mengingat skala kerusakan yang terjadi.

Banjir Lebak juga menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu di Indonesia itu mendatangi lokasi banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020) kemarin.

Jokowi langsung menyambangi Pondok Pesantren La Tansa di Kampung Parakansantri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong yang menjadi salah satu bangunan yang terdampak banjir bandang pada Rabu (1/1/2020).

Jokowi meminta kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim, dan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, untuk segera menghentikan aktivitas tambang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terutama di wilayah Kabupaten Lebak.

Selain itu, banjir bandang juga diduga kuat akibat maraknya pembalakan liar di hutan yang merupakan kawasan lindung bagi macan tutul tersebut.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com