Hakim Jamaluddin Sering Bertemu Tersangka Eksekutor

Hakim Jamaluddin Sering Bertemu Tersangka Eksekutor
Rekonstruksi pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Arnold H Sianturi / YUD Kamis, 16 Januari 2020 | 19:15 WIB

Medan, Beritasatu.com - Tersangka eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin, Jefri Pratama, ternyata sudah lama mengenal korbannya. Selain pernah bertemu di kafe, kekasih gelap Zuraidah Hanum ini juga sering bertandang ke rumah korban di Jalan Aswad, Komplek Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22 Medan Johor. Jefri dengan Jamaluddin sering main dam batu di rumah tersebut.

"Awalnya, tidak terpikir ke arah sana. Namun, setelah melihat kehadiran polisi dan wartawan, saya baru teringat bahwa orang bersangkutan ke rumah setiap malam Jumat," ujar putra Jamaluddin, Rajif, di lokasi rekonstruksi pembuangan jenazah ayahnya di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Kamis (16/1/2020).

Rajif mengungkapkan, dirinya mengenal Jefri Pratama karena hampir setiap pekan, Jefri bersama orang lain mendatangi kediaman orangtuanya tersebut. Rajif baru tersadar bahwa salah seorang dari pelaku yang sering main ke rumah orangtuanya itu adalah pembunuh ayahnya. Rajif mengetahui itu setelah polisi menunjukkan kartu identitas Jefri Pratama.

"Perbuatan ketiga tersangka pembunuhan sangat sadis dan tidak manusiawi. Mereka pantas untuk dihukum seumur hidup. Sehingga, mereka bisa merasakan penderitaan akibat perbuatan kejamnya tersebut. Termasuk menghukum berat ibu tiri, karena membunuh ayah saya," katanya.

Rajif mengaku tidak pernah mendengar pertengkaran besar antara ayahnya dengan Zuraidah Hanum yang akrab dengan panggilan Bunda di rumah tersebut. Bahkan, ibu tirinya tidak pernah mengakrabkan diri dengan menyapa maupun berkumpul dengan kedua anak Jamaluddin, buah hati hasil pernikahan dari istri pertamanya.

"Makanya, saya bersama kakak sangat terkejut dan merasa terpukul, apalagi dalang pembunuhan ayah ternyata Bunda. Padahal, secara finansial, semua kebutuhan Bunda itu dipenuhi ayah. Setiap butuh uang minta ke ayah langsung diberikan. Tidak ada yang kurang. Hidup Bunda itu sudah dibuat ayah berkecukupan," ungkapnya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Ryan mengatakan, antara korban dengan tersangka Jefri Pratama kemungkinan sudah saling kenal karena anak pelaku dengan korban berada di satu sekolah yang sama.

"Mungkin kedatangan Jefri atas undangan korban di jauh hari sebelum adanya perencanaan pembunuhan, kemudian mereka bersama teman - temannya sering main dam batu," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan