Yudi Purnomo Pastikan Tak Ada Pegawai KPK yang Disebut Masinton

Yudi Purnomo Pastikan Tak Ada Pegawai KPK yang Disebut Masinton
Masinton Pasaribu. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Kamis, 16 Januari 2020 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap memastikan tidak ada pegawai Lembaga Antikorupsi bernama Novel Yudi Harahap. Pernyataan ini disampaikan Yudi yang juga Ketua Wadah Pegawai KPK menanggapi pernyataan politikus PDIP, Masinton Pasaribu yang mengklaim mendapat surat perintah penyelidikan (sprilindik) kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP dari orang KPK bernama Novel Yudi Harahap.

"Selama 13 tahun saya bekerja di KPK, tidak pernah ada nama itu di institusi ini," kata Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Nama Novel Yudi Harahap memang sekilas mirip dengan nama Yudi Purnomo Harahap. Namun, Yudi menegaskan tidak ada kata 'Novel' di namanya.

"Namanya memang hampir mirip dengan nama saya Yudi Purnomo Harahap, tapi tidak ada kata 'Novel' di depan nama saya," jelasnya.

Yudi mempertanyakan motif Masinton melontarkan nama tersebut. Apalagi, Masinton mengaku tidak mengenal Novel Yudi Harahap sebelumnya.

"Saya tidak tahu apa maksud Bang Masinton menyampaikan bahwa sprinlidik itu diberikan oleh seseorang yang beliau tidak kenal namun memperkenalkan diri sebagai Novel Yudi Harahap," katanya.

Yudi menyatakan dirinya bersama pegawai KPK lainnya tetap fokus kepada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Yudi menegaskan tidak terlibat dalam pengusutan kasus dugaan suap yang melibatkan komisioner KPU, baik sebagai penyelidik ataupun penyidik. Apalagi, katanya, sejak 13 Januari 2020, sedang tidak berada di Jakarta dalam rangka pekerjaan. Keberangkatannya ke luar kota ini telah dilaporkan Yudi kepada atasannya, yakni Direktur Penyidikan sekaligus Plt Deputi Penindakan.

"Sehingga saya pastikan bukan saya yang dimaksud (Masinton)," tegasnya.

Yudi siap mempertanggungjawabkan pernyataannya. Bahkan, Yudi bersedia dikonfrontasi dengan Masinton jika dibutuhkan Dewan Pengawas.

"Apabila keterangan saya dibutuhkan oleh Dewas KPK untuk dikonfrontir dengan Bang Masinton, maka saya bersedia," katanya.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/1) malam, Masinton menunjukkan Sprinlidik terkait kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (16/1/2020), Masinton mengklaim memperoleh sprinlidik itu pada Selasa (14/1/2020). Saat itu, katanya, terdapat seorang yang memperkenalkan diri sebagai Novel Yudi Harahap yang memberikan sebuah map kepadanya.

"Pada hari Selasa 14 Januari 2020, sekitar jam 11.00 WIB, ada seseorang yang menghampiri saya di Gedung DPR RI dengan memperkenalkan diri bernama Novel Yudi Harahap, kemudian memberikan sebuah map yang disebutkannya sebagai bahan pengaduan masyarakat kepada anggota Komisi III DPR RI. Setelah menyerahkan map orang tersebut langsung pergi," kata Masinton.



Sumber: Suara Pembaruan