BMKG: Kecil Kemungkinan Asap Australia Menyebar ke Indonesia

BMKG: Kecil Kemungkinan Asap Australia Menyebar ke Indonesia
Seorang petugas kebakaran di temani koala, berusaha memadamkan api yang melanda kawasan Adelaide Hills, Australia. ( Foto: Twitter / @TimYeatman )
Ari Supriyanti Rikin / CAH Jumat, 17 Januari 2020 | 14:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asap kebakaran hutan yang terjadi di Australia hingga hari ini masih meluas. Bahkan, lembaga antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan, asap dari kebakaran hutan di Australia sudah mengelilingi dunia.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal mengatakan, pada 10 Januari 2020, NASA menyampaikan bahwa asap hasil kebakaran hutan di Australia telah menyebar hingga Benua Amerika dan berpotensi mempengaruhi atmosfer secara global.

"Muncul kekhawatiran di sebagian masyarakat bahwa asap kebakaran hutan di Australia ini juga akan menyebar ke seluruh permukaan bumi termasuk wilayah Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dalam keterangan tertulisnya, ia menjelaskan, dari hasil pengamatan dan analisis kondisi dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG pada pertengahan Januari 2020 menunjukkan pergerakan penyebaran asap dominan terjadi di belahan bumi selatan.

"Asap ini menyebar dari Australia ke arah timur karena dipengaruhi oleh polar jet stream yaitu aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat lintang delatan dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam, yang bergerak konsisten ke arah timur," ucapnya.

Polar jet stream ini telah membawa asap kebakaran hutan Australia menyeberangi Samudera Pasifik bagian selatan pada ketinggian atmosfer sekitar 16 km, dan menyebar sampai ke negara Benua Amerika bagian selatan, antara lain Chili, Argentina dan Uruguay.

Menurutnya, hingga akhir Januari 2020, diperkirakan _polar jet stream_ masih cukup kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur.

"Oleh karena itu, kecil kemungkinan asap akan secara langsung menyebar ke wilayah Indonesia," ungkapnya.

Kejadian kebakaran hutan Australia pada tahun 2019/2020 ini termasuk salah satu kejadian yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan. Meskipun tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim, tetapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran hutan sehingga akan lebih sering terjadi. [

 



Sumber: Suara Pembaruan