Siswa SMP Bunuh Diri, KPAI Minta Orang Tua dan Guru Tingkatkan Kepekaan

Siswa SMP Bunuh Diri,  KPAI Minta Orang Tua dan Guru Tingkatkan Kepekaan
Ilustrasi bunuh diri. ( Foto: Istimewa )
Maria Fatima Bona / RSAT Jumat, 17 Januari 2020 | 15:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, menyampaikan keprihatinan sekaligus duka yang mendalam atas meninggalnya SN (14) siswi SMPN di Jakarta Timur yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga sekolahnya.

Retno menuturkan, menghadapi anak-anak di usia yang baru memasuki masa pubertas memang tidak mudah. Oleh karena itu, KPAI mendorong orang dewasa di sekitar anak, baik orang tua maupun guru untuk memiliki kepekaaan sehingga mampu mencegah anak-anak melakukan tindakan bunuh diri.

“Alasan seorang remaja melakukan percobaan bunuh diri bisa begitu rumit yang sekaligus pada sisi lain mungkin bukan suatu hal yang dianggap berat bagi orang dewasa pada umumnya. Oleh karena itu, jangan langsung menghakimi remaja yang sedang dirundung masalah,” kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima SP, Jumat (17/1/2020).

Menurut Retno, hal yang perlu dilakukan oleh orang dewasa di sekitar anak yakni guru dan orangtua adalah memiliki sensitivitas atau kepekaan dan kenali tanda-tanda remaja berniat melakukan bunuh diri, dan segera upayakan langkah pencegahan.

“Jangan abaikan tanda-tanda perilaku remaja yang berniat bunuh diri. Dengarkan semua yang dia ingin sampaikan dan selalu pantau tindakannya. Jangan mengabaikan ancaman bunuh dirinya dan justru melabelinya sebagai individu yang suka bersikap berlebihan. Cobalah untuk bertukar perasaan dengan anak dan pastikan dia tahu kondisi yang dialaminya adalah normal. Tiap orang pernah mengalami masa-masa terpuruk, dan pada akhirnya semua akan baik-baik saja,” terang Retno.

Retno menuturkan, terkait kasus siswa bunuh diri ini, KPAI sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan segera pengawasan langsung ke sekolah untuk dimintai penjelasan dan kronologis peristiwanya karena kejadiannya di lingkungan sekolah.



Sumber: Suara Pembaruan