Museum History of Java Padukan Historis dan Kekinian

Museum History of Java Padukan Historis dan Kekinian
Museum History of Java. (Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani)
Fuska Sani Evani / WBP Sabtu, 18 Januari 2020 | 10:23 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Museum History of Java yang terletak di Jalan Parangtritis Km 5,5 Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta, berupaya menyajikan kejutan bagi pengunjung. Termasuk dalam menyambut perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek tanggal 25 Januari 2020. Pengunjung disuguhi nuansa museum penuh lampion dan para pemandu berkostum merah. Pengunjung pun berkesempatan mendapatkan hadiah di Pohon Angpao di komplek museum itu.

CEO Marcom DTopeng Kingdom Group selaku pengelola museum HOJ, Elly T Halsamer, Jumat (17/01/2020) memaparkan, untuk mengajak kembali generasi muda masuk museum, tidak mudah. "Diperlukan trik khusus sesuai zaman now," kata Elly T Halsamer.

Elly T Halsamer menyebutkan museum era kini harus lebih gaul, dan mengerti psikologis pegunjung. "Tidak cukup hanya menyajikan benda-benda artefak," kata dia.

Dia mengatakan, dibutuhkan kepiawaian bercerita sang Story Teller, termasuk kecanggihan digital IT, disertai sentuhan khas yang tematik. “Terutama menyongsong era modernisasi digital 4.0, museum ini juga melaunching beberapa program IT baru, salah satunya event Happening di Little Malioboro street, yang terletak satu kawasan dengan museum,” paparnya.

Direktur Humas Museum, Ki Bambang Widodo S mengatakan, museum History Of Java berusaha mengikuti perkembangan dimana pengunjung museum selalu diberi sensasi yang berbeda tiap bulannya.

Sentuhan khas yang mungkin tidak dirasakan di museum lain seperti panca indra, melihat suatu sosok dari mata, dari hidung mencium bau kembang, dari telinga mendengarkan suara suara yang berbeda dengan biasanya, hingga isak tangisan, jeritan.

Ki Bambang Widodo menyampaikan bahwa bersamaan dengan perayaan Imlek ini museum berupaya dan mengajak pengunjung mengucap syukur telah mendapat kesempatan hidup bertetangga berdampingan secara damai, bertumbuh dan berkreativitas bersama dalam suatu negara yang toleran dalam perbedaan.

Museum Histroy of Java memiliki lebih dari 200 benda bersejarah, di antaranya hiasan kayu ukiran sosok Semar yang diperkirakan dari abad 19. Semar digambarkan sebagai hakikat bagi penganut kapitayan atau kepercayaan.

Selain itu, ada tempat mencuci keris yang berasal dari abad 18, lentera dari abad 11-13 di masa Kerajaan Kediri atau Kadiri, serta figur berbentuk kepala garuda yang diperkirakan dibuat pada abad 19 di era kerajaan Cirebon.

Koleksi lainnya pataka atau panji militer yang bentuknya masih utuh dari abad 13 masa Kerajaan Majapahit. Pataka ini berbentuk trisula dengan hiasan kepala naga. Pataka tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang kemudian diwariskan ke kerajaan Majapahit.



Sumber: Suara Pembaruan