Hadiri Natal TMP, Hasto: Ara Sirait Gembala Politik yang Baik

Hadiri Natal TMP, Hasto: Ara Sirait Gembala Politik yang Baik
Natal Taruna Merah Putih yang dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di daerah Teluk Gong, Sabtu, 18 Januari 2020 malam, ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Hotman Siregar / RSAT Minggu, 19 Januari 2020 | 16:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memuji Taruna Merah Putih (TMP) yang merupakan sayap pemuda PDI Perjuangan, di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait, berhasil melakukan regenerasi dan kaderisasi.

Pujian itu disampaikan Hasto saat menyampaikan sambutan dalam acara Natal TMP bersama warga korban banjir di Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu (18/1/2020) malam.

Tercatat, TMP sudah melahirkan para pemimpin muda yang berkualitas. Di DPR misalnya, ada 18 kader TMP. Di antaranya ada Rieke Diah Pitaloka, Sukur Nababan, Charles Honoris, dan Nico Siahaan.

"Termasuk pak Utut juga," kata Sekjen Hasto, sambil melihat kepada Wasekjen DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto, yang juga hadir dalam acara Natal tersebut.

Disebut namanya, Utut langsung tepuk tangan dan tertawa.

Selain di legislatif, TMP juga melahirkan kader-kader di eksekutif. Misalnya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Trenggalek yang juga Ketua TMP Jawa Timur, M Nur Arifin. Sebelumnya juga ada Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, yang kini menjadi Ketua Umum Hipmi.

"Bung Ara ini merupakan gembala politik yang baik," ungkap Hasto.

Maruarar sendiri, saat ditanyakan hal ini, cuma tersenyum. Ia mengatakan bahwa pada tahun 2008, saat diberi amanah memimpin TMP, ia bertanya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait harapannya pada TMP. Megawati menjawab bahwa ia membutuhkan kader-kader gladiator yang berani membela kebenaran.

"Kader yang siap dan berani memperjuangkan kebenaran, baik di masa tenang maupun di masa kritis," ungkap Ara, demikian ia disapa.

Menurut Ara, pesan Megawati itulah yangd ia jalankan dalam membina kader.



Sumber: Suara Pembaruan