Perambahan Hutan Tak Terkendali, Orang Rimba di Jambi Kian Tersingkir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perambahan Hutan Tak Terkendali, Orang Rimba di Jambi Kian Tersingkir

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:55 WIB
Oleh : Radesman Saragih / FMB

Jambi, Beritasatu.com - Pembalakan liar dan perambahan hutan yang kian masif dan tak terkendali di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi membuat komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di daerah itu semakin tersingkir. Hutan–hutan yang semakin gundul dan sumber daya kehidupan di hutan yang kian punah membuat komunitas Orang Rimba di daerah itu kini tidak bisa lagi bertahan hidup secara melangun (berpindah–pindah) di kawasan hutan.

“Orang Rimba yang terpaksa keluar dari hutan dan bermukim di kawasan-kawasan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman insustri (HTI) di daerah itu sering teraniaya karena terlibat konflik dengan petani dan pengusaha. Hingga tahun 2019 sudah puluhan warga Orang Rimba yang meninggal dan terluka akibat terlibat konflik dengan petani dan pengusaha,”kata Ketua Program Pemberdayaan Orang Rimba Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Ribert Aritonang di Jambi, Minggu (20/1/2020).

Menurut Robert Aritonang, penyelamatan hutan dan sumberdaya hutan dari pembalakan liar maupun perambahan semakin mendesak guna menyelamatkan kehidupan Orang Rimba yang masih memiliki ketergantungan hidup terhadap hutan.

“Sumber-sumber penghidupan Orang Rimba di hutan seperti binatang buruan, madu, getah kayu dan ikan-ikan sungai perlu dijaga ketersediannya melalui pelestarian hutan. Sumber daya hutan tersebut penting terutama bagi warga Orang Rimba yang belum bisa tinggal menetap dan bertani,” katanya.

Untuk menyelamatkan hutan yang hingga kini masih tetap merupakan habitat utama Orang Rimba, lanjut Robert Aritonang, sangat dibutuhkan sinergitas (kerja sama ) berbagai stakeholders (pemangku kepentingan). Pelestarian hutan untuk kepentingan Orang Rimba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga mesti didukung pihak pengusaha perkebunan, HTI dan masyarakat.

“Penyelamatan dan pemberdayaan Orang Rimba di Jambi sangat membutuhkan sinergitas antarlembaga secara solid. Penyelamatan Orang Rimba ini tidah bisa diserahkan hanya kepada pemerintah. Swasta, lembaga swadaya masyarakat bidang lingkungan, penegak hukum dan masyarakat perlu bekerja sama melestarikan hutan demi kepentingan Orang Rimba,”ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan catatan KKI Warsi Jambi, kerusakan hutan di Jambi hingga kini sudah mencapai 1,2 juta hektare (ha) atau 57 persen dari luas total kawasan hutan di daerah itu sekitar 2,1 juta ha. Kerusakan hutan di Jambi selama dua tahun terakhir (2017 – 2019) mencapai 20.000 ha. Hutan Jambi yang tersisa saat ini hanya sekitar 900.000 ha atau 43 persen.

“Tingginya kerusakan di Provinsi Jambi antara lain disebabkan kebakaran hutan, pembalakan liar, konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan perambahan hutan,”ujarnya.

Sementara itu antropolog Universitas Diponegoro (Undip) Adi Prasetijo pada diskusi penyelamatan Orang Rimba di Jambi, baru-baru ini menjelaskan, Orang Rimba di Jambi hingga kini masih membutuhkan hutan sebagai tempat bermukim dan sumber penghidupan. Karena itu sumber daya hutan di Jambi harus diupayakan tetap tersedia melalui penyelamatan hutan dari kerusakan agar Orang Rimba tidak kesulitan mendapatkan sumber makanan dan penghidupan seharihari.

“Memang sudah banyak Orang Rimba di Jambi hidup secara menetap di suatu permukiman di luar hutan. Namun waktu melangun Orang Rimba tersebut tidak terlalu lama hingga berbulan-bulan seperti sebelum mereka memiliki permukiman menetap,” katanya.

Dikatakan, Orang Rimba hingga kini masih melakukan tradisi melangun untuk mencari sumber makanan seperi binatang buruan, ikan sungai maupun penghasilan dari hutan, yakni getah, madu dan sumber daya hutan lainnya.

Sementara menurut catatan SP, saat ini sudah ada beberapa perusahaan HTI di Tebo, Jambi yang melakukan program penyelamatan dan pemberdayaan Orang Rimba. Salah satu di antaranya, PT Royal Lestari Utama (RLU). Menurut Manajer Umum PT RLU, Arifadi Budiarjo, pihaknya kini melakukan pemberdayaan terhadap lima kelompok Orang Rimba.

“Kelima kelompok Orang Rimba yang kami berdayakan kami beri pembinaan budi daya pertanian tanaman ekonomi produktif, pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP), pemberian kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan,”katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Diperiksa KPK, Ketua DPRD DKI Ditanya Soal Makanisme Penganggaran

Prasetio Edi Marsudi rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul oleh KPK dan dimintai keterangan soal penganggaran

NASIONAL | 21 September 2021

Kementerian ATR dan BPOLBF Dorong Penyelesaian Masalah Agraria

Pemerintah mendorong penyelesaian masalah agraria, antara lain sengketa tanah, administrasi pertanahan, serta mafia tanah di Labuan Bajo.

NASIONAL | 21 September 2021

Meratus Berpeluang Besar Jadi UNESCO Global Geopark

Pegunungan yang menjadi punggung Pulau Kalimantan ini terbentuk dari subduksi samudera, benturan benua, serta volkanisme tua.

NASIONAL | 21 September 2021

Berawal dari Malang Raya, Kozii Menuju Seluruh Indonesia

Program Kozii sejalan dengan konsep Malang Smart City khususnya dalam bidang teknologi dan ekonomi kreatif.

NASIONAL | 21 September 2021

Kempupera Anggarkan Rp 3,6 Miliar Bangun PSU Rumah Subsidi di Papua

Kempupera telah membangun prasarana, sarana dan utilitas (PSU) berupa jalan lingkungan untuk 395 unit rumah bersubsidi di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021


NasDem Apresiasi Kehadiran Anies Penuhi Panggilan KPK

KPK diyakini akan transparan, dan profesional dalam menangani setiap kasus, termasuk kasus pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.

NASIONAL | 21 September 2021

Satgas Akan Tagih Utang BLBI Secara Bertahap hingga 2023

Satgas BLBI akan terus melakukan penagihan utang baik dalam bentuk tanah, uang, maupun pengakuan secara bertahap hingga tahun 2023.

NASIONAL | 21 September 2021


Mahfud MD: Satgas BLBI Telah Identifikasi Aset Tanah 15,2 Juta Ha

Satgas BLBI sudah mengidentifikasi tanah 15,2 juta ha, di antaranya 5,2 juta hektare di lima kota sudah berhasil dikuasai.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
BI: Meski Dibayangi Ketidakpastian, Pemulihan Ekonomi Global Tetap Berlanjut.

BI: Meski Dibayangi Ketidakpastian, Pemulihan Ekonomi Global Tetap Berlanjut.

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings